AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melaporkan bahwa hingga Juli 2024, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pungutan ekspor kelapa sawit mencapai Rp15,88 triliun.
Dimana angka tersebut berkontribusi sebesar 31,3% terhadap total PNBP Badan Layanan Umum (BLU) yang sebesar Rp50,7 triliun, dan 4,6% terhadap total PNBP secara keseluruhan yang mencapai Rp338 triliun dalam periode yang sama. Tak hanya itu, BPDPKS juga melaporkan volume ekspor kelapa sawit hingga Juli 2024 mencapai 19,43 juta metrik ton.
Menurut Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, serta Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto menegaskan bahwa capaian PNBP dari pungutan ekspor kelapa sawit sampai Juli 2024 mencapai Rp15,88 triliun. Dimana capaian tersebut menyumbang 31,3% untuk BLU dan 4,6% untuk PNBP nasional.
Baca Juga: 3 Strategi BPDKS Majukan Hulu dan Hilir Industri Sawit
“Capaiannya sampai dengan Juli 2024 adalah Rp15,88 triliun. Artinya untuk secara capaian dari BLU ini menyumbang 31,3 persen, sementara untuk PNBP secara nasional 4,6 persen,” ucapnya di Belitung, Selasa (27/8/2024).
Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa BPDPKS memiliki tanggung jawab untuk menghimpun dan mengelola dana perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan melalui pungutan ekspor. Selain itu, dana juga dihimpun dari lembaga pembiayaan, masyarakat, serta sumber-sumber sah lainnya.
Tak sampai disitu, dirinya juga memaparkan bahwa sektor kelapa sawit di Indonesia melibatkan sekitar 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta pekerja. Oleh karena itu, lanjutnya, tidak heran apabila sektor ini berhasil mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perkebunan tumbuh sebesar 3,25% pada triwulan kedua 2024.
"Sedangkan PDB nasional tumbuh sebesar 5,05 persen pada periode yang sama," ucapnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini










