Akurat

Bonus Demografi Tanpa SDM Berkualitas Cuma Jadi Beban

Silvia Nur Fajri | 20 Agustus 2024, 18:31 WIB
Bonus Demografi Tanpa SDM Berkualitas Cuma Jadi Beban

AKURAT.CO Kualitas sumber daya manusia (SDM) diprediksi akan menjadi penentu utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, Indonesia berpotensi menjadi negara maju berkat bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, di mana 68% penduduk berada pada usia produktif. 

"Namun, tanpa adanya SDM berkualitas dan regulasi ketenagakerjaan yang baik, bonus demografi ini bisa berubah menjadi beban," tegas Shinta dalam acara Global Human Capital (GHC) Summit 2024, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga: Begini Caranya Agar RI Bisa Optimalkan Bonus Demografi

Selanjutnya, Shinta menekankan tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah penciptaan lapangan kerja. "Setiap tahun kita harus menciptakan 3 juta lapangan kerja baru," ujarnya.

Selain itu, ia juga menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk ke Indonesia dalam dekade terakhir.  “Dulu investasi Rp1 triliun bisa menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja, sekarang hanya sekitar 1.000," ungkapnya. 

Menurutnya, ini menunjukkan pergeseran dari sektor padat karya ke sektor padat modal, yang berdampak pada pengurangan lapangan kerja. Untuk itu, Shinta menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja baru, termasuk melalui pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), dan tidak hanya fokus pada keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri. 

"Langkah ini penting untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, sejahtera, inklusif, dan berkelanjutan pada tahun 2045," tambahnya.

Di akhir pemaparannya, Shinta menegaskan bahwa Apindo memiliki peta jalan untuk Indonesia Emas dan akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja serta pengembangan SDM sebagai langkah utama menuju visi tersebut. "Kami akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengembangan SDM sebagai langkah utama menuju visi Indonesia Emas," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.