Akurat

Krisis Moral dan Kepemimpinan Picu Ketidakpercayaan Publik

Silvia Nur Fajri | 19 Agustus 2024, 14:28 WIB
Krisis Moral dan Kepemimpinan Picu Ketidakpercayaan Publik

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menyoroti krisis moral sebagai salah satu faktor utama yang mengurangi kepercayaan publik terhadap sistem politik Indonesia.

Ekonom Senior Indef, Didin S. Damanhuri, mencatat bahwa peristiwa-peristiwa politik terkini, termasuk mundurnya beberapa tokoh penting, menunjukkan adanya masalah mendalam dalam kepemimpinan.

"Peristiwa mundurnya Airlangga Hartarto dan berbagai kontroversi lainnya mencerminkan masalah yang lebih besar dalam kepemimpinan politik kita," ujar Didin dalam acara Diskusi Publik Indef di Youtube Indef, Senin (19/8/2024).

Baca Juga: Sering Salahkan Menko Airlangga, Jokowi Tak Seharusnya Alihkan Tanggung Jawab

Menurutnya, ketidakmampuan untuk menjaga etika dan moralitas politik telah menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. “Ketika pemimpin tidak menunjukkan integritas, rakyat akan semakin skeptis terhadap kinerja dan tujuan politik mereka," tambahnya.

Selain itu, Didin juga mencatat bahwa perpecahan politik yang semakin tajam memperburuk situasi. "Ketidakstabilan politik dan pertikaian antara berbagai kelompok membuat masyarakat merasa semakin terpinggirkan dan tidak terwakili," katanya. 

Ia menekankan pentingnya reformasi dalam sistem politik untuk mengembalikan kepercayaan publik. "Krisis moral yang melanda saat ini membutuhkan perhatian serius agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik dapat dipulihkan," tegas Didin. 

Lebih lanjut, Didin mengungkapkan bahwa perubahan yang substansial dalam cara politik dijalankan akan menjadi kunci untuk memperbaiki hubungan antara pemerintah dan rakyat. "Hanya dengan integritas dan transparansi, kepercayaan publik dapat kembali dibangun," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.