Akurat

Impor Pakaian China Turun 4,75 Persen pada Januari-Juli 2024

Silvia Nur Fajri | 15 Agustus 2024, 18:25 WIB
Impor Pakaian China Turun 4,75 Persen pada Januari-Juli 2024

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan impor pakaian jadi dari China dalam 7 bulan terakhir. Plt Kepala BPS, Amalia A Widyasanti, menyampaikan bahwa secara kumulatif, impor pakaian dan aksesoris rajutan (kode HS61) dari China menurun sebesar 4,75% dari Januari hingga Juli 2024.

"Perlu dicatat bahwa penurunan ini signifikan dan perlu mendapatkan perhatian. Secara keseluruhan, impor pakaian dan aksesoris rajutan mengalami penurunan dalam periode tersebut,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/8/2024).

Di samping itu, impor komoditas pakaian dan aksesoris non-rajutan (kode HS62) juga mengalami penurunan sebesar 7,17%. Penurunan terbesar terjadi pada barang jenis bra berbahan non-katun (kode HS6216099).

Baca Juga: Didorong Smartphone, Impor Juli 2024 Melonjak 17,82 Persen

Meski demikian, BPS mencatat adanya peningkatan impor untuk kategori HS61 dan HS62 khusus bulan Juli 2024 saja. Peningkatan impor HS61 mencapai 55,46%, sedangkan HS62 meningkat sebesar 29,01%.

Amalia menjelaskan bahwa untuk HS61, negara-negara utama asal impor adalah China, Vietnam, Bangladesh, Turki, dan Italia. Sedangkan HS62 sebagian besar diimpor dari China, Bangladesh, Vietnam, Hongkong, dan Maroko.

"Untuk melihat kinerja ekspor dan impor secara lebih akurat, sebaiknya dilihat secara kumulatif. Perubahan bulanan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti waktu pengiriman dan stok bulanan, sehingga angka kumulatif memberikan gambaran yang lebih jelas tentang performa perdagangan," sambungnya.

Pada Juli 2024, nilai impor Indonesia tercatat mencapai USD21,74 miliar, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17,82% dibandingkan bulan sebelumnya dan 11,07% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini terutama didorong oleh impor bahan baku dan barang penolong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.