Akurat

Ekonomi AS dan China Melambat, Ekonom: Pemerintah Harus Punya Strategi Efektif

Demi Ermansyah | 8 Agustus 2024, 16:38 WIB
Ekonomi AS dan China Melambat, Ekonom: Pemerintah Harus Punya Strategi Efektif

AKURAT.CO Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede menegaskan bahwasanya akan ada banyak sekali Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dipersiapkan oleh pemerintahan selanjutnya. Dimana yang pertama yakni perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan China di tahun 2025 mendatang.

Sebab, lanjutnya, jika mengacu kepada beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, ADB bahkan OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan akan lebih baik, meskipun begitu masih ada beberapa hambatan yakni AS dan China yang masih terbilang melambat untuk tahun depan.

"Pertumbuhan ekonomi global, khususnya dari dua kekuatan ekonomi utama yaitu Amerika Serikat dan China, diperkirakan akan mengalami perlambatan di tahun depan," ucapnya pada saat webinar bersama media di Jakarta, Kamis (8/8/2024).

Baca Juga: Peluangnya Naik jadi 35 Persen, Ancaman Resesi AS Kian Nyata

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa sampai saat ini kondisi ekonomi global masih terpengaruh oleh pengetatan kebijakan moneter, yang berdampak pada sebagian besar negara anggota G20. Sebab China saat ini sedang mengalami pelambatan dibawah 5% di kuartal kedua dan tentunya secara tidak langsung akan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi global.

"Situasi ini tentu akan mempengaruhi kondisi ekonomi global dan pada akhirnya berdampak pada ekonomi Indonesia, terutama melalui jalur perdagangan dan kinerja ekspor kita," tuturnya.

Oleh karena itu, ucapnya, kedepan pemerintahan yang selanjutnya harus mempertimbangkan kembali secara matang serta merancang kebijhakan yang mampu mengurangi dampak negatif dari pelambatan ekonomi dua negara besar tersebut (AS dan China).

"Perlu adanya strategi yang efektif untuk menghadapi potensi dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia akibat situasi global tersebut dan ini harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang dapat memitigasi dampak yang mungkin timbul," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.