BPN Madu atau Racun?

AKURAT.CO Kebijakan Unggulan yang diusung oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming mengenai pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) menjadi salah satu lembaga yang sedang digaungkan saat ini.
Di mana Badan penerimaan negara merupakan entitas yang bertanggung jawab mengelola dan mengoptimalkan penerimaan negara dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut mencakup pajak, bea cukai, retribusi, dan penerimaan lainnya yang sah menurut peraturan perundang-undangan.
Badan ini berfungsi memastikan bahwa pendapatan negara dikumpulkan secara efektif dan efisien, serta digunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional. Lalu mengapa BPN wajib dibentuk?
Seperti yang diketahui bersama Badan penerimaan negara bertujuan mengoptimalkan penerimaan negara sehingga pemerintah memiliki dana yang cukup untuk membiayai berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Kredibel
"Belajar dari penelitian di Latin Amerika ini, dimana Indonesia memiliki beberapa kemiripan dengan Latin Amerika, bahwa kredibilitas dan kompetensi lembaga melalui Badan Penerimaan Pajak yang independen dapat membantu meningkatkan kinerja penerimaan pajak," ucapnya dikutip Sabtu (3/8/2024).
Telisa pun mengingatkan sebelum diterapkan diharapkan ada kajian mendalam terkait cost benefit serta persiapan dari syarat perlu dan syarat cukupnya. Ini terkait dengan akar permasalahan dari rendahnya tax ratio di Indonesia. Salah satunya adalah karena kesadaran masyarakat yang masih kurang tentang membayar pajak sebagai kewajiban warga negara, Lalu terkait kepercayaan terhadap penggunaan pajak tersebut untuk kepentingan publik secara penuh, tanpa korupsi.
"Kekhawatiran dana pajak disalahgunakan apalagi dengan berbagai kasus yang terjadi di masa lalu bisa semakin meningkatkan tax evasion," ungkapnya. Selain itu, dia menilai tingginya informalitas dan underground economy di Indonesia menjadi akar juga rendahnya pajak khususnya yang terkait badan usaha.
Penerimaan Negara
Meski begitu, ia mengatakan pembentukan BPN mungkin untuk dilakukan, sebagaimana yang terjadi pada pemisahan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemisahan tersebut akan membuat tanggung jawab instansi makin mengerucut sehingga konsentrasi pengelolaan akan lebih terfokus.
"Mereka cuma perlu konsentrasi pada memungut penerimaan negara. Di sisi lain, ada Kementerian Keuangan yang lebih fokus pada fiskal. Jadi, karena mereka fokus pada satu pekerjaan saja, seharusnya mereka bisa lebih efektif," ujar dia.
Arief berpendapat urgensi bagi Indonesia untuk membentuk BPN bergantung pada Kementerian Keuangan. Bila lembaga bendahara negara merasa perlu untuk memusatkan fokus pada kebijakan fiskal, maka urgensi pembentukan BPN menjadi lebih tinggi. Sementara, bila Kementerian Keuangan merasa tekanannya belum cukup besar, maka urgensinya menjadi lebih rendah.
"Jadi, itu tergantung Kementerian Keuangan," tuturnya.
Diketahui, pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berencana membentuk BPN setelah dilantik. Nantinya, DJP yang selama ini berada di bawah Kementerian Keuangan akan lepas dari kementerian tersebut dan sebagai penggantinya, akan dibentuk BPN yang bertanggung jawab langsung ke presiden.
Pendirian BPN ditargetkan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau tax ratio mencapai 23%.
Negara Lain
Jadi bagaimana menurut Kamu? seperti uraian di atas, pembentukan BPN merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan memastikan penggunaan dana yang efisien dan transparan. Tentunya dengan dukungan teknologi modern, sumber daya manusia yang berkualitas, dan komitmen dari semua pihak, badan ini dapat memainkan peran kunci dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










