Redam Bubble di Pasar SBN China, PBoC Gunakan Taktik Hedge Fund

AKURAT.CO Dalam upaya meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi negara China, People's Bank of China (PBoC) atau yang biasa dikenal sebagai bank sentral China baru-baru ini kembali mengeluarkan kebijakan untuk melakukan short sell obligasi.
Di mana Gubernur PBoC, Pan Gongsheng saat ini sudah berhasil mengumpulkan "ratusan miliar" obligasi pemerintah yang akan dijual guna mencegah terbentuknya bubble di pasar surat berharga negara (SBN) China yang senilai USD4 triliun.
Menurut Pan Gongsheng melalui lansiran Bloomberg, PBoC seperti rekan bank sentral lainnya, bakal melakukan pengendalian imbal hasil dengan bertransaksi langsung di pasar obligasi, namun dengan arah yang tidak biasa.
Saat ini bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dan rekan-rekannya membeli obligasi untuk menurunkan imbal hasil saat ekonomi stagnan. Sementara PBoC justru bersiap untuk menjualnya guna mengarahkan imbal hasil jangka panjang ke arah yang lebih tinggi di mana saat ini kenaikan terus berlanjut hingga mencapai rekor tertinggi.
Tentunya menurut Pan, strategi tersebut akibat tantangan kompleks dan kontradiktif yang sedang dihadapi negaranya. Ekonomi China saat ini jelas membutuhkan suku bunga rendah, tetapi tidak terlalu rendah sehingga merugikan keuntungan bank, meningkatkan utang, atau melemahkan yuan di tengah dominasi dolar AS.
Baca Juga: Jaga Nilai Tukar, PBoC Tarik Uang Tunai CNY3 Miliar dari Sistem Perbankan
Melihat hal tersebut, Kepala Ekonom Apollo Global Management di New York, Torsten Slok menjelaskan bahwa tujuan utama dari keluarnya strategi kebijakan yang diambil oleh Pan yakni untuk mencapai soft landing, meskipun proses tersebut tentunya tidak akan mudah untuk dikelola.
"Sebab ada begitu banyak bagian yang bergerak yang perlu diperlambat secara bertahap," papar Slok.
Seperti yang diketahui bersama, perlambatan ekonomi China semakin memperburuk masalah, menciptakan kelangkaan pilihan investasi yang layak bagi ratusan juta penabungnya di luar obligasi safe haven tradisional. Harga rumah turun, saham melemah, dan regulator memperketat alternatif yang berisiko.
Salah satu penyebabnya adalah penurunan imbal hasil yang memperkuat spekulasi bahwa PBoC perlu menurunkan suku bunga resmi, sesuatu yang enggan dilakukan karena khawatir akan semakin melemahkan yuan.
Oleh karena itu China menginginkan "mata uang kuat" untuk membantu memperkuat posisi negara sebagai kekuatan finansial utama. Meskipun imbal hasil rendah mendukung pertumbuhan dengan menurunkan biaya pinjaman untuk segala hal mulai dari utang perusahaan hingga KPR, periode yang berkepanjangan hanya memperkuat kekhawatiran tentang Japanisasi ekonomi China.
Mungkin yang paling mengkhawatirkan PBoC adalah lonjakan pembelian obligasi dengan imbal hasil rendah dapat menyebabkan kerugian besar dalam ekonomi China yang didominasi bank jika inflasi kembali meningkat dan imbal hasil melonjak lebih tinggi.
Beberapa investor meminjam untuk membeli obligasi, menempatkan mereka pada risiko krisis pendanaan jika ada ketidaksesuaian antara imbal hasil jangka pendek dan jangka panjang. Kebangkrutan Silicon Valley Bank menunjukkan kepada bank sentral di seluruh dunia bahwa mereka harus memantau dan mencegah risiko yang menumpuk di pasar keuangan, kata Pan pada Forum Lujiazui bulan lalu.
Bloomberg melaporkan pada Rabu bahwa bank sentral China memulai pemeriksaan baru terhadap investasi obligasi di bank daerah guna mengukur potensi dampak dari penjualan obligasi dan mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








