Akurat Logo

Inflasi Terkendali, Bank Sentral Thiland Tahan Suku Bunga Acuan

Demi Ermansyah | 13 Juni 2024, 18:53 WIB
Inflasi Terkendali, Bank Sentral Thiland Tahan Suku Bunga Acuan

AKURAT.CO Bank Sentral Thailand beberapa waktu lalu kembali mempertahankan suku bunga acuannya, hal tersebut dilakukan untuk karena ekonomi negeri Gajah tersebut yang mulai membaik.

Melansir dari Bloomberg, menurut Komite Kebijakan Moneter Thailand dengan suara 6-1 memilih untuk mempertahankan suku bunga pembelian kembali satu hari pada level tertinggi dalam satu dekade terakhir di 2,50 perden dalam pertemuan Rabu (12/6/2024).

Keputusan tersebur diambil bahkan setelah pemerintah Thailand menghidupkan kembali desakan pada bank sentral untuk memberikan pemotongan seperempat poin.

Baca Juga: Malaysia, Indonesia dan Thailand, Mana Yang Paling Menarik Minat Investor Industri Halal?

Alasannya, suku bunga kebijakan dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya selaras dengan strategi pemerintah untuk membelanjakan dan mendorong pertumbuhan.

Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin berserta para pejabatnya telah berulang kali mengharapkan biaya pinjaman yang lebih rendah untuk mendukung perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara ini, yang telah berkembang dengan laju kurang dari 2 persen selama satu dekade terakhir.

Bahkan tidak sedikit dari para analis ekonom seperti Goldman Sachs Group Inc dan CIMB Group Holdings Bhd mendorong meminta Thailand agar melonggarkan moneter dimulai pada tahun 2025, jika tidak akhir tahun ini, dibantu oleh pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

Sebab mereka melihat dengan adanya lebih banyak kedatangan turis dan belanja publik yang lebih cepat, tentunya akan mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menuju target 3% tahun ini dan akan menjadikan laju tercepat sejak 2018 jika hal tersebut terwujud.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.