Ekspor China Mei 2024 Melaju 7,6 Persen

AKURAT.CO Laju pertumbuhan ekspor China meningkat signifikan, di mana pertumbuhan ekspor tercatat jauh melampaui kenaikan dibandingkan di bulan sebelumnya. Mengacu kepada laporan Administrasi Bea Cukai, sektor ekspor negara China meningkat hingga 7,6% YoY (Year on Year) di bulan Mei lalu melampaui prediksi yang sebelumnya hanya 6%.
Dilansir oleh Reuters, sektor Ekspor China di bulan April dikabarkan hanya tumbuh sebesar 1,5%. Kenaikan tersebut menandakan industri manufaktur China berhasil menemukan pasar di luar negeri. Data tersebutlah menambah dukungan terhadap prospek ekonomi China.
Tak hanya itu saja, kenaikan signifikan tersebut juga dibantu oleh basis pembandingnya yang lebih rendah pada tahun 2023. Tahun lalu, kenaikan suku bunga dan inflasi di AS dan Eropa telah menekan ekspor China.
Baca Juga: Produksi Domestik Lesu, Impor Batu Bara China Naik 11 Persen
Selain itu, pertumbuhan tinggi ekspor juga bisa menunjukkan adanya peningkatan siklus global di sektor elektronik, yang membantu penjualan komponen dan barang jadi China. Sementara itu, impor China tercatat tumbuh lebih lambat. Pada Mei, realisasinya meningkat 1,8% secara tahunan, melambat dari April yang tumbuh sebesar 8,4%.
Perlambatan impor menandakan bahwa konsumsi dalam negeri China masih tergolong rapuh. Kondisi ini mengikis sebagian besar optimisme terkait pertumbuhan ekonomi China tahun ini.
Bahkan dikabarkan, krisis sektor properti yang berkepanjangan masih menjadi hambatan terbesar terhadap ekonomi China. Di mana kondisi tersebut menyebabkan rendahnya kepercayaan investor dan konsumen. Konsumsi dalam negeri juga masih tertekan.
Sebagai informasi, sebelumnya International Monetary Fund (IMF) pada Mei lalu menaikkan perkiraan pertumbuhan China untuk tahun ini menjadi 5%, sejalan dengan target pemerintah China. Kendati begitu, IMF memperingatkan adanya risiko terhadap perekonomian, akibat masalah properti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










