Akurat

Tersisa 10 Isu Untuk Capai Kesepakatan IEU-CEPA

Yosi Winosa | 30 Mei 2024, 18:43 WIB
Tersisa 10 Isu Untuk Capai Kesepakatan IEU-CEPA

AKURAT.CO Indonesia dan Uni Eropa beberapa waktu lalu berhasil menyelesaikan putaran ke-18 Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Di mana perundingan ini berjalan dengan baik dan berhasil mencapai banyak kemajuan, kedua pihak menunjukan adanya fleksibilitas dan pragmatisme untuk mengeraj target penyelesaian perundingan pada tahun 2024 sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Presiden Komisi Eropa.

Merespon pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi), Edi Prio Pambudi memaparkan bahwa hingga putaran ke-18 ini sudah ada 11 isu yang berhasil disepakati.
 
 
"Di antaranya adalah kerja sama ekonomi dan peningkatan kapasitas, hambatan teknis perdagangan, penyelesaian sengketa, ketentuan kelembagaan dan final, serta sistem pangan berkelanjutan," ucapnya pada saat Update Kerjasama Internasional bersama Media di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Usut punya usut, penyelesaian perundingan tersebut mengikuti kesepakatan sebelumnya mengenai usaha kecil dan menengah, pengamanan perdagangan, transparansi, cukai dan fasilitasi perdagangan, praktik penyusunan regulasi, serta sanitari dan fitosanitari. "Banyak hal yang sudah diselesaikan yang kemarin masih menggantung. Tapi masih ada juga yang nanti mesti sisanya ada 10 isu," ucapnya kembali.

Di antaranya adalah perdagangan barang, investasi, dan energi serta bahan baku. Putaran ke-19 direncanakan akan berlangsung dari 1 Juli hingga 5 Juli 2024 di Indonesia.

Sebagai informasi, perundingan IEU-CEPA bertujuan untuk membuka perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa, yang keduanya akan diuntungkan secara ekonomi melalui peningkatan PDB riil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.