Menkes Dorong Pelatihan SDM Untuk Optimalkan Pengukuran Data Stunting

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan peningkatan akurasi data stunting di Indonesia dengan mengoptimalkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah.
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, pelatihan tersebut perlu ditujukan kepada petugas pengukuran antropometri seperti bidan dan kader posyandu.
Hal itu disampaikannya, dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menkes dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Rp71 T Dana Desa 2024 ke 75.259 Desa, Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
"Pengukuran berat badan, panjang, tinggi badan, serta lingkar lengan atas dan kepala anak dapat dilakukan secara tepat sesuai standar Kemenkes," kata Budi Gunadi Sadikin.
Meskipun sekitar 50-60% petugas sudah mampu mengukur dengan benar, masih terdapat masalah dalam teknik pengukuran seperti mengukur berat badan anak yang masih memakai pakaian seperti jaket.
Selain pelatihan SDM, Kemenkes juga memastikan pemenuhan alat antropometri yang sesuai standar di seluruh posyandu dan fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia.
"Meskipun sebagian besar sudah memenuhi standar, masih ada beberapa kabupaten/kota yang perlu perbaikan," tambahnya.
Kemenkes juga menegaskan pentingnya cakupan sasaran pengukuran stunting mencapai minimal 90%, karena masih terdapat daerah yang belum melaksanakan pengukuran antropometri secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









