Ekspor RI Turun 7,25 Persen di Kuartal I-2024 Karena Ini

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia mengalami penurunan secara kumulatif pada kuartal pertama tahun 2024, yang merupakan periode Januari hingga Maret.
Menurut Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, total ekspor selama periode tersebut mencapai USD62,20 miliar, mengalami penurunan sebesar 7,25% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan ekspor migas dan nonmigas.
"Penurunan ekspor ini didorong oleh penurunan ekspor Migas dan non Migas, dengan penurunan ekspor non migas mencapai USD58,3 miliar atau turun sebesar 7,53 persen, sementara ekspor Migas mencapai USD3,9 miliar atau turun sebesar 2,81persen selama periode Januari hingga Maret 2024," kata Amalia, di Kantor BPS, Senin (22/4/2024).
Baca Juga: Dipakai Untuk Produksi Etanol, India Akan Batalkan Relaksasi Ekspor Gula
Menurut BPS, penurunan nilai ekspor nonmigas terjadi terutama di sektor industri pengolahan dan pertambangan, dengan penurunan sebesar 77,55% terhadap total ekspor nonmigas.
Penurunan ekspor di sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama turunnya kinerja ekspor selama periode tersebut, dengan memberikan andil penurunan sebesar 3,409% terhadap penurunan total ekspor.
Secara terperinci, nilai ekspor nonmigas ke China turun sebesar 16,24% menjadi USD13,36 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga mengalami penurunan, sementara ekspor ke Amerika Serikat dan India mengalami peningkatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










