Anda Terdaftar Penerima Program 500.000 Rice Cooker Gratis Tapi Tak Kebagian? Ini Sebabnya

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM melaporkan realisasi program alat memasak berbasis listrik (AML) atau rice cooker kepada 500.000 Rumah Tangga (RT) hanya terealisasi kepada 342.621 RT saja atau 68,5%. Hal tersebut disampaikan di sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin, 25 Maret 2024.
Asal tahu, program pembagian alat penanak nasi (rice cooker) gratis ini bergulir pada 12 Desember 2023 hingga 13 Februari 2024 lalu. Proyek ini menargetkan 500.000 RT dari kelas ekonomi bawah di 36 provinsi, dengan anggaran Rp322,5 miliar.
Mengutip bahan tayang Ditjen Gatrik, sejumlah kendala menyebabkan realisasi nya tak penuh atau ada 144.493 RT yang tidak bisa (tidak valid) menerima rice cooker tersebut. Rinciannya, mayoritas atau 36.687 RT IDPEL (nomor pelanggan PLN) sudah pernah disurvei valid yang diketahui setelah survei lapangan.
Kemudian, 26.817 RT alamat tidak ditemukan (NIK dan IDPEL tidak dicantumkan). Lalu 25.557 KK sudah di survei sebelumnya tapi dengan nama dan NIK yang berbeda. Selanjutnya 15.882 KK di luar ketentuan tarif/daya (data awal tidak mencantumkan IDPEL).
Sisanya tidak valid lantaran calon penerima menolak, rumah tidak berpenghuni meskipun telah didatangi minimal 2 kali, rumah belum berlistrik PLN (levering/menyalur), di luar ketentuan pasokan layanan 24 jam dan calon penerima pindah domisili beda desa.
Kemudian alamat usulan berbeda dengan alamat IDPEL (di luar desa tempat tinggal), meninggal dunia dan penghuni saat ini tidak ada hubungan dengan calon penerima, akses menuju lokasi banjir, perubahan data tidak disetujui kepala desa serta perlu survei on site ulang/ belum survei on site atau tidak padan on desk.
"Sisa anggaran sebesar Rp146,44 miliar, disebabkan jumlah pengadaan AML lebih sedikit dibandingkan target (342.621 unit dari target 500.000 unit), serta nilai kontrak harga satuan rata-rata AML dan biaya pengiriman lebih rendah dari RAB," tulis bahan tayang tersebut dikutip Senin (25/3/2024).
Diketahui, meski RAB produk rice cooker berkapasitas 1,8-2,2 liter ini sebesar Rp475.000 per unit, namun realisasi kontrak rata-rata sebesar Rp375.815 per unit. Sehingga ada efisiensi sebesar Rp99.185 per unit karena perubahan pengadaan produk customize menjadi produk pasaran.
5 merek tercatat memenuhi persyaratan produk dan paling banyak didistribusikan yaitu Cosmos (155.589 unit dan harga satuan Rp360,5 ribu), Miyako (103.358 unit dan harga satuan Rp370 ribu), Sanken (37.864 unit dan harga satuan Rp530 ribu), Sekai (29.811 unit dan harga satuan Rp249,5 ribu) dan Maspion (15.999 unit dan harga satuan Rp369 ribu).
Selain itu, distribusi rice cooker dilakukan lewat PT Pos untuk 36 Provinsi dengan RAB Rp169.200 per unit. Namun r ealisasi ongkos kirim rata-rata sebesar Rp133.178 per unit, sehingga ada efisiensi sebesar Rp36.022 per unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









