Akurat

Bedah Program Makan Siang Gratis Anak Sekolah Prabowo-Gibran, Segini Anggarannya

Silvia Nur Fajri | 10 Februari 2024, 17:15 WIB
Bedah Program Makan Siang Gratis Anak Sekolah Prabowo-Gibran, Segini Anggarannya

AKURAT.CO Pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka kian mantap dengan kebijakan revolusioner mereka yakni makan siang gratis di sekolah.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, jumlah siswa di Indonesia pada tahun ajaran 2023/2024 mencapai 53,14 juta orang, dengan sebagian besar berada di tingkat SD.

"Kita akan kasih makan siang anak-anak Indonesia setahun. Yang tidak setuju anak-anak Indonesia dikasih makan siang, mungkin harus belajar lagi. kebangetan. Yang mengatakan ini tidak penting menurut saya bukan orang yang waras, bukan orang yang cinta Tanah Air," ujar Prabowo di sela Kampanye Akbar di GBK, Jakarta, Sabtu (10/2/2024).

Baca Juga: Prabowo: Yang Mau Jadi Menteri Saya, Harus Setuju Program Makan Siang Gratis

Jika program ini diterapkan untuk siswa SD dan di bawahnya, sekitar 29,98 juta siswa akan mendapat manfaat. Dengan asumsi biaya makan siang Rp10.000 per siswa per hari, pemerintah akan membutuhkan anggaran sekitar Rp299,8 miliar per hari atau Rp1,49 triliun per minggu.

Dalam satu tahun, kebutuhan anggarannya mencapai Rp77,95 triliun. Anggaran ini bisa naik menjadi Rp116,92 triliun jika biaya makan siang dinaikkan menjadi Rp15.000 per siswa

Angka yang terlihat besar tersebut diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Dengan mendukung gizi yang baik, diharapkan anak-anak dapat berkembang dengan optimal, memperkuat fondasi SDM negara, dan menggerakkan roda ekonomi nasional.

Tak Sepenuhnya Baru

Program serupa makan siang gratis yang diusung Prabowo-Gibran sejatinya sudah ada sejak Presiden Suharto tahun 1996, bernama Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). 

Anak-anak kelahiran tahun 1990-an atau saat ini menjadi generasi Y (milenial) kala itu mengenyam program perbaikan gizi dari pemerintah, sebanyak dua hingga tiga hari dalam sepekan. 

Menunya pun beragam, mulai dari bakwan udang, arem-arem, bubur kajang hijau, donat, telur puyuh, pisang goreng dan air putih serta susu. Menunya digilir 2 hingga 3 menu dan dibagikan lazimnya setiap hari Kamis dan Jumat. "Dulu dikasih donat, bakwan, telur puyuh. Kalau soal makanan saya ingat pak," ujar Nani, alumni SDN 1 Slaranglor, Dukuhwaru, Tegal angkatan tahun 1996. 

PMTAS merupakan program nasional dimulai sejak tahun 1996/1997, sesuai Inpres No. 1 Tahun 1997 tentang PMTAS. Mulai tahun 2010 program ini diperbarui dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyediaan makanan yang berupa kudapan dari bahan pangan lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

Menurut Permendagri Nomor 18 Tahun 2011, program ini diberikan paling sedikit 3 kali dalam seminggu selama kegiatan belajar mengajar dalam 1 tahun.

Adapun tujuannya guna meningkatkan ketahanan fisik anak SD dan sederajat melalui perbaikan keadaan  gizi dan kesehatan sehingga dapat mendorong minat dan kemampuan belajar siswa untuk meningkatkan prestasi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.