Akurat

Jelang Pekan Pemilu, Dana Asing Rp3,01 T Kabur dari RI

M. Rahman | 10 Februari 2024, 10:32 WIB
Jelang Pekan Pemilu, Dana Asing Rp3,01 T Kabur dari RI

AKURAT.CO Dana asing Rp3,01 triliun tercatat keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik di pekan pertama Februari 2024 (5-6 Februari 2024), berdasarkan data settlement Bank Indonesia atau BI.

Dana yang keluar tercatat dari jual neto nonresiden Rp2,79 triliun di pasar surat berharga negara atau SBN, beli neto nonresiden Rp0,27 triliun di pasar saham, dan jual neto nonresiden Rp0,49 triliun di sekuritas rupiah BI atau SRBI.

"Selama 2024 berdasarkan data setelmen sampai dengan 7 Februari 2024, capital inflow masih mencapai Rp43,41 triliun, terdiri dari beli neto Rp0,25 triliun di pasar SBN, beli neto Rp11,64 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp31,52 triliun di SRBI," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Sabtu (3/2/2024).

Baca Juga: Dana Asing Rp8,51 T Banjiri RI Dalam Sepekan

Sementara itu premi resiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun tercatat naik ke level 73,25 basis poin (bps) per 6 Februari 2024 dibanding 72,26 bps per 2 Januari 2024.

CDS merupakan indikator yang sering digunakan untuk mengukur risiko berinvestasi di SBN.

BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar selama 5-7 Februari 2024. Tercatat per hari Selasa (6/2/2024) rupiah ditutup di level Rp15.725 per dolar AS, dan di Rabu (7/2/2024) rupiah dibuka melemah ke Rp15.715 per dolar AS.

Selanjutnya, BI juga mencatat yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun naik ke 6,61% pada Selasa (6/2/2024) dan turun pada Rabu (7/2/2024) ke 6,59%.

Dari sisi indeks dolar terhadap mata uang lainnya atau DXY, terpantau menguat ke level 104,21 pada perdagangan Selasa, 6 Februari 2024. Di hari yang sama, yield UST (US Treasury) Note 10 tahun naik ke level 4,100%.

Erwin menyampaikan BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa