Akurat Logo

BI Sebut Pemilu hingga IKN Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi RI 2024 Lebih Tinggi

Silvia Nur Fajri | 6 Februari 2024, 17:24 WIB
BI Sebut Pemilu hingga IKN Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi RI 2024 Lebih Tinggi

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,7-5,5% untuk tahun 2024, dengan permintaan domestik, khususnya pertumbuhan konsumsi, sebagai penopang utama.

Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono mengungkapkan sejumlah faktor termasuk pelaksanaan pemilu dan realisasi pembangunan atau investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi 2024.

"Termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Erwin dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga: Melambat di 2023, Ini Saran Ekonom ke Pemerintah Agar Pertumbuhan Ekonomi 2024 Ngegas

Erwin menyoroti dampak positif pemilu dan peningkatan investasi, terutama dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional termasuk Ibu Kota Nusantara.

Namun, di sisi lain, pertumbuhan ekspor diprediksi belum akan memberikan kontribusi yang signifikan, sebagaimana tercermin dari situasi ekonomi global yang belum stabil dan penurunan harga komoditas.

Menurutnya, BI berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara stimulus fiskal pemerintah dan stimulus makroprudensial bank sentral guna mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama dari segi permintaan domestik.

Meskipun terdapat perlambatan ekonomi global, Indonesia masih dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya, sebagaimana yang terlihat dari data Badan Pusat Statistik yang mencatat pertumbuhan PDB sebesar 5,05% pada tahun 2023.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik," ujar Erwin

Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi 2024 akan didukung oleh berbagai komponen PDB, termasuk konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekspor hanya tumbuh secara moderat, dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas dan peningkatan ekspor jasa seiring dengan pertambahan jumlah wisatawan mancanegara.

"Meskipun terjadi perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kokoh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global," imbuh Erwin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.