Melambat di 2023, Ini Saran Ekonom ke Pemerintah Agar Pertumbuhan Ekonomi 2024 Ngegas

AKURAT.CO Ekonom menyarankan sejumlah hal agar pertumbuhan ekonomi 2024 bisa menguat. Asal tahu, pada 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat dari 5,31% ke 5,05%.
Kepala Pusat Digital dan UMKM Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha mengatakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di masa depan, pemerintah harus mengambil langkah-langkah konkret.
Di antaranya menjaga daya beli masyarakat, menerapkan kebijakan makroekonomi yang kondusif untuk mendukung investasi dan menciptakan lingkungan bisnis yang sehat, serta memperhatikan aspek pasokan yang terus berkembang.
Baca Juga: Ekonom Ungkap Biang Kerok Pertumbuhan Ekonomi Melambat ke 5,05 Persen di 2023
"Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan di masa depan, diperlukan langkah-langkah seperti menjaga daya beli masyarakat, menerapkan kebijakan makroekonomi yang kondusif untuk menjaga investasi dan menciptakan iklim bisnis yang sehat, serta memperhatikan sisi pasokan yang terus tumbuh," ujar Eisha kepada Akurat.co, Selasa (6/2/2024).
Ditambahkan, ekspor juga perlu ditingkatkan. Di tengah perlambatan harga komoditas dan melemahnya ekonomi global, Eisha menekankan pentingnya mencari pasar-pasar non-tradisional untuk komoditas ekspor.
Pasalnya, ekspor bersama investasi (Penanaman Modal Tetap Bruto atau PMTB) dan konsumsi menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi RI. Tiga sektor tersebut tetap penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.
"Jika ditelusuri lebih lanjut, faktor pendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2023 meliputi sisi konsumsi, investasi (PMTB) dan ekspor," sambungnya.
Selain itu, juga perlu ditingkatkan daya saing dan nilai tambah dari komoditas ekspor yang berbasis sumber daya alam (SDA). Hal ini dianggap krusial untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.
Menyoal perlambatan pertumbuhan ekonomi Ri di 2023, Eisha melihat perlambatan tidak hanya berlaku untuk Indonesia, tetapi juga perekonomian global secara keseluruhan. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi global yang dipenuhi ketidakpastian dan tingginya risiko geopolitik, serta penurunan harga komoditas dan ekspor.
"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 sebesar 5,05% sedikit turun dari 5,31% pada tahun sebelumnya, bukan hanya di Indonesia tetapi juga secara global," kata Eisha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









