Momen 4 Tahunan, Ini Asal-usul Hari Kabisat

AKURAT.CO Hari Kabisat (leap day) merupakan momen langka yang muncul setiap empat tahun sekali, menambahkan jumlah hari dalam kalender Masehi dengan satu hari ekstra. Tahun 2024 ini, tepatnya pada Hari Kamis, tanggal 29 Februari 2024, momen langka itu akan tiba.
Meskipun terlihat sebagai peristiwa sederhana, Hari Kabisat berasal dari upaya manusia untuk menyelaraskan kalender buatan mereka dengan perputaran Bumi mengelilingi Matahari.
Asal-usul Konsep Hari Kabisat
Ide Hari Kabisat lahir dari perlunya menyesuaikan kalender dengan perhitungan astronomi yang lebih kompleks. Dalam dunia astronomi, waktu satu tahun yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari tepatnya sekitar 365,2422 hari. Sementara kalender hanya mencakup 365 hari, pada akhirnya manusia merumuskan hari Kabisat menjadi solusi matematis.
Baca Juga: Tak Hanya Kalender Masehi, Kalender Hijriah Juga Mengenal Tahun Kabisat
Tujuannya untuk menjaga keseimbangan antara waktu kalender dan perputaran Bumi serta mencegah perbedaan yang terus bertambah sekitar 0,2422 hari per tahun.
Mengapa Setiap Empat Tahun?
Konsep penambahan satu hari setiap empat tahun tidak terjadi begitu saja. Ide ini muncul dari kebutuhan untuk menanggulangi perbedaan waktu yang terjadi antara tahun kalender dan tahun astronomi.
Dengan menambahkan satu hari setiap hampir empat tahun, kita dapat menjaga keakuratan kalender dan menghindari ketidakselarasan yang dapat terjadi seiring waktu.
Dalam kalender Masehi, penambahan satu hari ekstra pada Hari Kabisat dilakukan dengan memberikan tambahan hari pada bulan Februari yang biasanya hanya 28 hari menjadi 29 hari. Meskipun konsep ini telah diterapkan selama ribuan tahun, Hari Kabisat tetap menjadi momen unik yang mencerminkan upaya manusia untuk memahami dan mengatur waktu mereka.
Hari Kabisat juga berkaitan erat dengan berbagai adat dan tradisi di berbagai budaya. Misalnya, di Yunani, terdapat kepercayaan bahwa menikah pada tahun atau hari Kabisat akan membawa sial. Beberapa tradisi bahkan mengizinkan wanita untuk melamar pria selama Hari Kabisat, menciptakan momen kebalikan dari norma sosial yang ada.
Hari Kabisat, meskipun mungkin terlihat sebagai detil kecil dalam kalender, memainkan peran penting dalam menjaga ketepatan waktu dan menyelaraskan kalender dengan gerak alam semesta.
Dengan memahami konsep ini, kita dapat lebih menghargai kompleksitas usaha manusia dalam menciptakan sistem pengukuran waktu yang akurat. Sehingga, setiap kali kita merayakan Hari Kabisat, kita merayakan kebijaksanaan manusia dalam memahami dan menghormati alam semesta yang begitu megah.
Bukan Konsep Baru
Mengutip Economic Times, Leap Day atau Hari Kabisat selanjutnya akan datang pada Kamis, 29 Februari. Tahun lompatan berikutnya adalah di tahun 2028, 2032 dan 2036.
Konsep Hari Kabisat bukanlah sesuatu yang baru dan telah ada untuk waktu yang lama seperti dilaporkan Britannica. Beberapa kalender seperti kalender Cina, Ibrani, dan Buddha memiliki bulan lompatan, yang juga disebut bulan interstitial menurut History Channel.
Julius Caesar sering dikenal karena pendirian Hari Kabisat. Dia mengambil gagasan dari orang Mesir. Dalam abad ketiga SM, orang Mesir mengikuti kalender surya yang mencakup 365 hari dengan tahun lompatan yang terjadi setiap empat tahun, menurut laporan National Geographic.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










