Akurat Logo

Menkeu Ungkap Digitalisasi Bisa Dongkrak Ekonomi ASEAN hingga USD2 Triliun di 2030

M. Rahman | 20 Januari 2024, 18:42 WIB
Menkeu Ungkap Digitalisasi Bisa Dongkrak Ekonomi ASEAN hingga USD2 Triliun di 2030

AKURAT.CO Di sela rangkaian agenda World Economic Forum di Davos Klosters, Swiss, pekan ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri diskusi tentang integrasi kawasan ASEAN melalui perekonomian digital.

Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan potensi daya ungkit ekonomi melalui digitalisasi di kawasan ASEAN. Menurutnya, perekonomian digital sebagai salah satu aspek sangat penting dalam mentransformasi perekonomian.

"Ekonomi digital bukanlah hal asing bagi Indonesia, bahkan menjadi salah satu pilar keketuaan ASEAN Indonesia, konsisten juga dengan Presidensi Indonesia pada G20 di tahun 2022 lalu," ujarnya lewat akun Instagram @smindrawati dikutip Sabtu (20/1/2024).

Baca Juga: Jawara di Asia Tenggara, Indonesia Sumbang 40% Pangsa Ekonomi Digital ASEAN

Menkeu menyebut, daya ungkit ekonomi dapat diciptakan melalui digitalisasi karena ASEAN memiliki populasi lebih dari 640 juta jiwa. Lebih dari setengah populasi tersebut berusia di bawah 30 tahun yang relatif melek digital.

"Potensi perekonomian USD1 triliun pada tahun 2030 (berdasarkan studi Boston Consulting Group) bisa jadi mencapai USD2 triliun jika kita mengakselerasi Digital Economic Framework Agreement yang telah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada Keketuaan Indonesia di tahun 2023 lalu," lanjutnya.

Ia pun meyakini potensi tersebut bisa dikembangkan bersama melalui berbagai kerja sama yang solid. "Begitu banyak potensi, tetapi kita juga tahu bahwa banyak rintangan. Saya yakin, potensi ini dapat digarap bersama melalui kerja sama yang apik. Demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa kita, kini dan nanti!," ujarnya.  

Sebelumnya dalam pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) Agustus 2023 lalu, diluncurkan studi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN. Studi DEFA melibatkan para pemangku kepentingan di seluruh ASEAN, mengumpulkan informasi melalui serangkaian lokakarya dan sesi konsultasi di seluruh wilayah.

Studi ini juga memasukkan masukan dari sektor swasta ASEAN, mensurvei lebih dari 2.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta melibatkan lebih dari 60 pemimpin bisnis di perusahaan-perusahaan besar. Laporan ini juga didukung oleh tinjauan literatur sekunder untuk mendapatkan rekomendasi praktik terbaik.

Berbagai strategi seperti meningkatkan interoperabilitas, menciptakan lingkungan online yang aman, dan meningkatkan partisipasi UMKM, perdagangan digital, e-dagang lintas batas, keamanan siber, identitas digital, dan pembayaran digital dinilai mampu membuka peluang ekonomi ASEAN tumbuh menembus USD2 triliun pada 2030 mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa