Menkeu Ungkap Digitalisasi Bisa Dongkrak Ekonomi ASEAN hingga USD2 Triliun di 2030

AKURAT.CO Di sela rangkaian agenda World Economic Forum di Davos Klosters, Swiss, pekan ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri diskusi tentang integrasi kawasan ASEAN melalui perekonomian digital.
Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan potensi daya ungkit ekonomi melalui digitalisasi di kawasan ASEAN. Menurutnya, perekonomian digital sebagai salah satu aspek sangat penting dalam mentransformasi perekonomian.
"Ekonomi digital bukanlah hal asing bagi Indonesia, bahkan menjadi salah satu pilar keketuaan ASEAN Indonesia, konsisten juga dengan Presidensi Indonesia pada G20 di tahun 2022 lalu," ujarnya lewat akun Instagram @smindrawati dikutip Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga: Jawara di Asia Tenggara, Indonesia Sumbang 40% Pangsa Ekonomi Digital ASEAN
Menkeu menyebut, daya ungkit ekonomi dapat diciptakan melalui digitalisasi karena ASEAN memiliki populasi lebih dari 640 juta jiwa. Lebih dari setengah populasi tersebut berusia di bawah 30 tahun yang relatif melek digital.
"Potensi perekonomian USD1 triliun pada tahun 2030 (berdasarkan studi Boston Consulting Group) bisa jadi mencapai USD2 triliun jika kita mengakselerasi Digital Economic Framework Agreement yang telah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada Keketuaan Indonesia di tahun 2023 lalu," lanjutnya.
Ia pun meyakini potensi tersebut bisa dikembangkan bersama melalui berbagai kerja sama yang solid. "Begitu banyak potensi, tetapi kita juga tahu bahwa banyak rintangan. Saya yakin, potensi ini dapat digarap bersama melalui kerja sama yang apik. Demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa kita, kini dan nanti!," ujarnya.
Sebelumnya dalam pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) Agustus 2023 lalu, diluncurkan studi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN. Studi DEFA melibatkan para pemangku kepentingan di seluruh ASEAN, mengumpulkan informasi melalui serangkaian lokakarya dan sesi konsultasi di seluruh wilayah.
Studi ini juga memasukkan masukan dari sektor swasta ASEAN, mensurvei lebih dari 2.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta melibatkan lebih dari 60 pemimpin bisnis di perusahaan-perusahaan besar. Laporan ini juga didukung oleh tinjauan literatur sekunder untuk mendapatkan rekomendasi praktik terbaik.
Berbagai strategi seperti meningkatkan interoperabilitas, menciptakan lingkungan online yang aman, dan meningkatkan partisipasi UMKM, perdagangan digital, e-dagang lintas batas, keamanan siber, identitas digital, dan pembayaran digital dinilai mampu membuka peluang ekonomi ASEAN tumbuh menembus USD2 triliun pada 2030 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









