Akurat

Oversubscribe 2,8 Kali, Pemerintah Serap Rp24 T dari Lelang 7 Seri SUN

M. Rahman | 16 Januari 2024, 21:20 WIB
Oversubscribe 2,8 Kali, Pemerintah Serap Rp24 T dari Lelang 7 Seri SUN

AKURAT.CO  Pemerintah meraup dana Rp24 triliun dari lelang 7 surat utang pada Selasa, 16 Januari 2024 untuk kebutuhan pembiayaan tahun 2024.

7 seri SUN tersebut terdiri dari SPN03240417 (new issuance), SPN12250116 (new issuance), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening).

Adapun total penawaran yang masuk mencapai Rp67,56 triliun, atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 2,815 kali.

Baca Juga: Lelang 7 Seri Surat Utang Negara di Awal Tahun 2024 Tembus Rp21,75 Triliun, Oversubscribed 1,8 Kali

Seri SPN03240417 (new issuance) senilai Rp1 triliun berkupon diskonto dan jatuh tempo 17 April 2024. Sementara SPN12250116 (new issuance) senilai Rp0,2 triliun berkupon diskonto dan jatuh tempo 16 Januari 2025. Lalu FR0101 (reopening) senilai Rp8,85 triliun berkupon 6,875% dan jatuh tempo 15 April 2029.

Selain itu, FR0100 (reopening) senilai Rp5,05 triliun berkupon 6,625% dan jatuh tempo 15 Februari 2034. Kemudian FR0098 (reopening) senilai Rp0,85 triliun berkupon 7,125% dan jatuh tempo 15 Juni 2038. Selanjutnya, FR0097 (reopening) senilai Rp2,9 triliun berkupon 7,125% dan jatuh tempo 15 Juni 2043. Adapun seri FR0102 (reopening) senilai Rp5,15 triliun berkupon 6,875% dan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Ketujuh seri surat utang pemerintah tersebut akan dicatatkan (setelmen) pada 18 Januari 2024 dan merupakan lelenga kedua di tahun 2024.

Direktur Surat Utang Negara, DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan total incoming bids atau tawaran dari investor asing pada lelang SUN hari ini juga meningkat signifikan menjadi Rp12,35 triliun dari Rp7,37 triliun pada lelang sebelumnya.

"Mayoritas incoming bids investor asing tersebut pada seri SUN tenor menengah panjang (5 dan 10 tahun) sebesar Rp9,83 triliun atau 79,63% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp4,06 triliun atau 16,92% dari total awarded bids," ujar Deni di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Secara total, minat investor masih dominan pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun, dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 59,65% dari total incoming bids dan 57,92% dari total awarded bids. Incoming bids terbesar adalah pada tenor 5 tahun yaitu Rp23,59 triliun (34,92% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp8,85 triliun (36,88% dari total awarded bids).

Sementara Weighted Average Yield (WAY) pada lelang SUN ini secara umum cukup kompetitif apabila dibandingkan dengan level WAY lelang sebelumnya. Perubahan tingkat yield pada lelang kali ini tercatat beragam, dengan SUN tenor 5, dan 30 tahun mengalami penurunan masing-masing sebesar 5 dan 1 bps. Sementara untuk SUN tenor 10, 15 dan 20 tahun mengalami kenaikan yield masing-masing sebesar 6, 8 dan 5 bps.

Peningkatan minat investor tersebut seiring dengan positifnya data ekonomi domestik, seperti data neraca perdagangan bulan Desember yang mencatatkan surplus sebesar USD3,3 miliar. Selain itu terdapat optimisme investor bahwa the Fed akan memangkas tingkat suku bunganya mulai Maret 2024 nanti seiring dengan dirlisnya data core inflation AS yang melemah.

Adapun lelang penerbitan SUN selanjutnya atau ketiga akan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2024, sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa