Diumumkan Hari Ini, Ekonom Ramal Surplus Neraca Perdagangan RI Masih Berlanjut di Desember 2023

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) bakal merilis data neraca perdagangan RI Desember 2023 hari ini. Sebelumnya Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, mengalahkan rekor di era Presiden SBY sebanyak 43 bulan beruntun (Oktober 2004 - Maret 2008).
Akankah Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan untuk ke 44 kali nya secara beruntun?
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memprediksi neraca perdagangan Indonesia bulan Desember 2023 masih akan surplus mendekati USD3 miliar.
Baca Juga: Ekonom: Hilirisasi Mulai Berdampak Positif pada Neraca Perdagangan Indonesia
Perkiraan tersebut mengacu data cadangan devisa Indonesia yang naik signifikan pada Desember 2023. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 sebesar USD146,4 miliar, meningkat USD8,3 miliar dari posisi pada akhir November 2023 sebesar USD138,1 miliar.
Senada, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menaksir Indonesia bakal surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 sebesar USD2 miliar, melambat dari surplus pada November 2023 sebesar USD2,41 miliar.
Dirinci, ekspor pada Desember 2023 diperkirakan turun 7,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), membaik dari kontraksi bulan sebelumnya -8,56% yoy. Perlambatan ini karena tertekan permintaan global yang cenderung melemah meski ada kenaikan harga batu bara karena peningkatan permintaan musiman selama musim dingin dan harga CPO yang relatif stabil, dipengaruhi oleh dampak El Nino di sisi pasokan.
Di sisi lain, Josua memperkirakan impor pada Desember 2023 naik 0,74% yoy, melambat dari 3,29% yoy pada November 2023. Perkembangan ini didorong permintaan domestik di dalam negeri terus menguat, terindikasi dari PMI Manufaktur Indonesia meningkat dari 51,7 pada November 2023 menjadi 52,2 pada Desember 2023.
Sementara Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2023 masih surplus sebesar USD2,2 miliar.
Menurut Irman, ekspor Desember 2023 diperkirakan turun 7,08% secara tahunan seiring dengan harga komoditas yang menurun pada Desember 2023, yaitu komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan alumunium.
Adapun impor diperkirakan naik 4,9% secara tahunan seiring dengan peningkatan permintaan di tengah momen natal dan tahun baru yang juga tercermin dari peningkatan PMI Manufaktur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








