Akurat Logo

Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Rupiah Ditutup Naik 18 Poin di Pekan Terakhir 2023

M. Rahman | 29 Desember 2023, 18:44 WIB
Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Rupiah Ditutup Naik 18 Poin di Pekan Terakhir 2023

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 18,5 poin ke level Rp15.399 pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Desember 2023 di tengah prospek perlambatan ekonomi dunia di tahun 2024.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah didorong sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, sebagian besar analis membahas lebih sedikit tren dan lebih banyak volatilitas dalam prospek valutra asing tahun ini. Kenyataannya, paruh pertama tahun ini tidak memiliki tren yang jelas, sedangkan paruh kedua menunjukkan lonjakan dolar AS yang kuat dan teratur.

Reli dolar ini didukung oleh kinerja ekonomi AS yang luar biasa, dengan tingkat pertumbuhan tahunan kuartal-ke-kuartal yang mengesankan sebesar 4,9% di kuartal III-2023. Meskipun terjadi penurunan inflasi umum, Federal Reserve tetap mempertahankan sikap hawkish karena tidak cukup bukti untuk melakukan perubahan.

Baca Juga: Prospek Pertumbuhan Ekonomi 2024 Cerah, Rupiah Menguat Lagi 12 Poin ke Rp15.417

Oleh karena itu, memegang dolar tampaknya merupakan perdagangan yang mudah dilakukan, yang mencerminkan respons investor terhadap melambatnya permintaan agregat global, khususnya yang berdampak pada perekonomian dan mata uang Eropa dan Asia yang lebih terbuka.

Memasuki tahun 2024, ekonomi global yang melambat, berkurangnya tekanan inflasi, dan melemahnya pasar tenaga kerja akan membuka pintu bagi penurunan suku bunga bank sentral global, dimana Federal Reserve (Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan melakukan penurunan suku bunga.

"Namun perbedaan ekonomi antara AS dan Eropa menunjukkan potensi sikap ECB yang lebih agresif. Meskipun para pedagang memperkirakan akan ada tiga kali penurunan suku bunga dari kedua bank sentral pada paruh pertama tahun ini, kondisi ekonomi yang kontras memberikan gambaran yang berbeda," ujar Ibrahim dikutip Jumat (29/12/2023).

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, sentimen datang dari Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024. Jika Pilpres diselenggarakan hanya satu putaran hasilnya akan lebih baik bagi investasi. Saat ini investor terutama investor sektor riil wait and see,  dan  menunggu siapa presiden yang bakal terpilih dan menunggu kebijakan apa yang bakal dikeluarkan.

Namun, jika Pilpres berjalan dua putaran maka investor akan mengambil sikap wait and see hingga Juni 2024. Oleh karena itu, pemilu tahun 2024, ekonomi Indonesia  belum tentu lebih baik dari tahun 2023 karena adanya Pilpres. Sedangkan para calon presiden untuk tidak membuat kegaduhan. Ini demi mengantisipasi agar investor tidak menempatkan uang mereka di luar negeri.

"Oleh karena itu,  pemilu calon presiden tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan alias damai. Pilpres yang sejuk dan damai yang diinginkan oleh investor. Sehingga investor tidak ada ketakutan untuk menempatkan dananya di pasar dalam negeri," imbuhnya.

Kemudian, tahun politik 2024 harus dicermati dengan baik. Apalagi sejumlah negara didunia juga akan  menyelenggarakan pemilu, termasuk India, Taiwan, Korea Selatan, dan Amerika serikat. Pemilu India bakal berpengaruh terhadap dinamika politik di Asia, mengingat populasi negara tersebut yang sangat besar. Selain itu jika ada pergantian kepemimpinan dari Partai Demokrat ke Partai Republik di Amerika Serikat (AS), kebijakan politik dunia juga bisa berubah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa