Akurat

Optimisme Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh di Atas 5 Persen

Annisa Fadhilah | 22 Desember 2023, 15:42 WIB
Optimisme Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh di Atas 5 Persen

AKURAT.CO Dunia masih terus dibayangi berbagai risiko dan ketidakpastian. Mulai dari risiko pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melemah, harga komoditas yang volatile, geopolitik perang Ukraina-Rusia dan konflik Palestina-Israel, fragmentasi ekonomi (antitesis dari integrasi ekonomi), ancaman El Nino dan perubahan iklim, risiko debt-distress, kontraksi PMI Manufaktur global, serta meningkatnya harga minyak dunia.

Pertumbuhan ekonomi global masih lemah dan melambat serta tidak merata, tahun 2023 diperkirakan hanya tumbuh 2,9% dan tahun 2024 menurun ke 2,8%.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Diramal Melambat Ke 2,4 Persen Imbas Konflik Israel - Hamas

Kondisi perlambatan ekonomi global ini akan meningkatkan risiko terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q4 2023. Untuk tahun 2024, peningkatan risiko global diperkirakan juga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mampu mencapai 5,2%.

Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang baik, sebab pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencatatkan angka di atas 5% selama tujuh kuartal berturut-turut. Inflasi Indonesia pada September 2023 mampu terjaga di level 2,28% (yoy) dan menjadi yang terendah sejak Februari 2022.

PMI Manufaktur masih terus di level ekspansif, optimisme masyarakat dari sisi IKK masih cukup tinggi, dan Indeks Penjualan Riil yang masih tumbuh positif, serta Neraca Perdagangan pada September 2023 yang masih surplus sebesar USD3,42 miliar, melanjutkan surplus selama 41 bulan berturut-turut.

“Perlambatan ekonomi dunia dan berbagai risiko serta ketidakpastian global, berpotensi akan meningkatkan risiko bagi pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q4 2023 dan di tahun 2024,” ungkap FxPro.

FxPro adalah broker trading nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100 penghargaan & ribuan instrumen. Di FxPro, kami selalu mencari individu-individu berbakat yang dapat berkontribusi pada kesuksesan perusahaan dan unggul dalam lingkungan kerja yang dinamis dan inovatif. 

Kami memandang setiap karyawan kami sebagai bagian tak terpisahkan dari tim Pro kami. 

Untuk dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1% (yoy) pada 2023, diperkirakan kebutuhan investasi yang diperlukan yakni sebesar Rp6.189,10 triliun dengan mayoritas porsi investasi dari masyarakat sebesar 84,7%, kemudian dari pemerintah sebesar 9,7%, dan selebihnya dari Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sementara itu, untuk meraih target pertumbuhan ekonomi 5,2% (yoy) pada 2024, kebutuhan investasi yang diperlukan dari berbagai pelaku ekonomi yakni berada pada kisaran Rp6.900 triliun. Jika dilihat dari sumber investasinya, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari investasi Pemerintah, perbankan, pasar modal, capital expenditure BUMN, penanaman modal, serta internal pendanaan korporasi.

Lebih lanjut, dengan target pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan investasi tersebut, sektor Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 2024 diharapkan mampu memberikan sumbangan investasi di sekitar Rp1.600-an triliun.

Berdasarkan share realisasi tahun 2022 dan target 2023, sumber dari PMA dan PMDN mampu memberikan sumbangan sekitar 22% dari total kebutuhan investasi.

Selain memerhatikan data historis dan kebutuhan untuk pemenuhan target pertumbuhan, terdapat beberapa hal lainnya yang juga menjadi pertimbangan, di antaranya yakni pemberlakuan UU Cipta Kerja, berbagai kebijakan kemudahan berusaha yang terus digulirkan, adanya kebutuhan investasi yang besar untuk mendukung kebijakan hilirisasi dan transisi energi, serta kebutuhan investasi dalam penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dengan memerhatikan kondisi tersebut, dalam Rapat Pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Tahun 2024 pada Februari 2023, telah dibahas bersama Presiden Joko Widodo mengenai target penanaman modal untuk tahun 2024 yakni sebesar Rp1.650 triliun.

International Monetary Fund (IMF)

Sedangkan menurut lembaga Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memerkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil di angka 5% pada 2023 dan 2024.

Proyeksi ekonomi RI ini jauh lebih baik dibandingkan perkiraan IMF untuk global yang berada di angka 3% pada 2023 dan 2,9% tahun depan.

Penasihat Ekonomi dan Direktur Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan ada perbedaan penting yang muncul di tataran ekonomi global, sehingga aktivitas di beberapa wilayah jauh di bawah proyeksi sebelum pandemi.

Perlambatan ini lebih terasa di negara-negara maju dibandingkan negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang. Di antara negara-negara maju, prospek pertumbuhan AS telah direvisi naik, dengan konsumsi dan investasi yang tangguh, sementara aktivitas kawasan Euro direvisi turun.

Banyak negara emerging market juga terbukti tangguh, kecuali Tiongkok, yang menghadapi tantangan yang semakin besar akibat krisis real estat dan melemahnya kepercayaan diri.

Untuk Indonesia, perkiraan ini tidak berubah dari laporan sebelumnya. Namun, IMF memrediksi tingkat inflasi di dalam negeri bisa mencapai 3,6% (year-on-year/yoy) pada akhir 2023. Namun, laju inflasi diyakini akan melandai 2,5% (yoy) pada tahun depan.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi RI dari IMF diambil berdasarkan asumsi kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia.

IMF menilai pertumbuhan ekonomi RI didasarkan pada kebijakan pemerintah yang memertahankan kebijakan fiskal yang netral, disertai dengan kebijakan pajak dan reformasi administrasi yang moderat, realisasi belanja negara, dan peningkatan belanja modal secara bertahap dalam jangka menengah.

Kebijakan ini sejalan dengan ruang fiskal pemerintah. Di sisi lain, IMF mengatakan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) telah sejalan dengan inflasi yang berada di kisaran target bank sentral dalam jangka menengah.

IMF mengingatkan tiga hal penting. Pertama, pemulihan sektor jasa hampir selesai dan kuatnya permintaan telah mendukung perekonomian berorientasi jasa yang kini mulai melemah.

Kedua, kondisi kredit yang lebih ketat membebani pasar perumahan, investasi, dan aktivitas, terlebih lagi di negara-negara dengan tingkat suku bunga hipotek yang dapat disesuaikan lebih tinggi atau di mana rumah tangga kurang bersedia, atau mampu, untuk menabung. Kebangkrutan perusahaan meningkat di beberapa negara, meskipun secara historis berada pada tingkat yang rendah.

Terakhir, IMF mengingatkan inflasi dan aktivitas ekonomi dipengaruhi oleh guncangan harga komoditas pada tahun lalu.

Negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi Rusia mengalami kenaikan harga energi yang lebih tajam dan perlambatan yang lebih tajam. Kenaikan harga energi berperan besar dalam mendongkrak inflasi inti lebih tinggi. Hal ini terjadi di kawasan Euro.

Pemerintah dan DPR

Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2024 sebagai asumsi dasar ekonomi makro dalam pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2024.

Mulanya, dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024 pertumbuhan ekonomi dipatok sebesar 5,3%-5,7%, namun kini menjadi di rentang 5,1%-5,7% setelah disepakati oleh Pemerintah dan Komisi XI DPR.

Penurunan proyeksi itu merupakan hasil penilaian bersama antara Kemenkeu, BI, Bappenas dan Komisi XI DPR terhadap masih besarnya risiko pelemahan ekonomi global. Termasuk proyeksi dari beberapa lembaga internasional terakhir, seperti Bank Dunia atau World Bank.

"Jadi dalam hal ini range batas bawah menurun itu menurut saya merefleksikan risiko yang meningkat dan dari assessment lembaga internasional menggambarkan bahwa perekonomian melemah di semester II tahun ini dan berlanjut di 2024," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/6/2023).

"Itu yang kita lihat, jadi baik untuk lower endnya agak diturunkan dari 5,3% ke 5,1%, jadi pertanyaannya apakah batas atas tetap atau bisa diturunkan itu mungkin sesuatu yang perlu kita lihat konsistensinya," tuturnya.

Kendati begitu, perkiraan terakhir kondisi perekonomian yang telah diungkapkan Bank Dunia masih lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena probabilitas resesi semakin dikesampingkan. Sehingga masih ada optimisme untuk batas atas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Oleh sebab itu, proyeksi terbaru dari pemerintah ini, sebagai bentuk upaya dalam mengantisipasi dampak rambatan pelemahan ekonomi global, khususnya yang akan terpengaruh paling jelas dari sisi kinerja ekspor karena permintaan ekonomi global ikut melemah akibat perekonomiannya melambat.

"Ini berarti kita harus waspadai dari sisi antisipasi kita karena menyangkut permintaan ekspor dan nanti pengaruhnya ke kebijakan suku bunga negara-negara maju. Jadi ya, kita waspadai saja, memang suasana dunia sedang tidak pasti," ungkap Sri Mulyani

Bank Dunia atau World Bank memerkirakan, perekonomian dunia dalam kondisi kegentingan pada periode 2023-2024. Ditunjukkan dari rendahnya proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 2,1% dan 2024 hanya 2,4%, jauh di bawah estimasi pertumbuhan 2022 sebesar 3,1%.

Penyebab dampak lanjutan dari tren kenaikan suku bunga acuan bank sentral di berbagai negara, khususnya negara-negara maju yang telah naik tinggi sejak satu setengah tahun terakhir. Kebijakan itu demi merespons tingginya tekanan inflasi setelah dipengaruhi perang perdagangan dan perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Menuju Debat Kedua, Ganjar-Mahfud Fokus Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2023, Bank Dunia menyatakan tekanan suku bunga acuan itu telah terbukti membuat perbankan di negara-negara maju bangkrut. Negara-negara berkembang menurut Bank Dunia memang tidak secara langsung terdampak.

Namun, negara-negara berkembang akan terpengaruh setelah penyaluran kredit global semakin terbatas karena berjatuhannya bank-bank besar sehingga negara-negara ini akan kehilangan akses ke pasar obligasi internasional.

"Jadi perekonomian dunia berada dalam posisi genting," kata Indermit Gill, Kepala Ekonom dan Wakil Presiden Senior Grup Bank Dunia.

Adapun untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bank Dunia memerkirakan pada 2023 sebesar 4,9%, masih jauh lebih rendah dari realisasi pada 2022 sebesar 5,5%. Lalu pada 2024 perkiraan pertumbuhan ekonominya tidak ada perubahan karena juga diperkirakan hanya tumbuh 4,9%.

FxPro adalah broker trading nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100 penghargaan & ribuan instrumen. Di FxPro, kami selalu mencari individu-individu berbakat yang dapat berkontribusi pada kesuksesan perusahaan dan unggul dalam lingkungan kerja yang dinamis dan inovatif. Kami memandang setiap karyawan kami sebagai bagian tak terpisahkan dari tim Pro kami. Jika Anda ingin menemukan posisi Pro Anda daftar https://www.instagram.com/fxprocareers

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.