Rupiah Berbalik Melemah ke Rp15.515 Jelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 21 poin ke level Rp15.515 pada perdagangan Kamis, 7 Desember 2023 jelang rilis data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis besok.
Direktur Pengamat pasar Uang dan PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah tertekan sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada bulan Desember, pasar masih belum yakin kapan bank tersebut berencana untuk mulai memangkas suku bunganya.
Baca Juga: Rupiah Naik 12 Poin Usai Rilis Data Lapangan Kerja AS yang Melemah
Ketidakpastian ini membantu dolar, bahkan ketika data penggajian ADP menunjukkan adanya penurunan yang lebih besar di pasar tenaga kerja.
"Namun data nonfarm payrolls yang dirilis pada hari Jumat diperkirakan akan memberikan isyarat pasti mengenai pasar tenaga kerja, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam pergerakan dolar untuk sisa tahun ini," ujar Ibrahim dikutip Kamis (7/12/2023).
Sentimen eksternal lain, Gunernur Bank of Japan (BOJ) Ueda mengisyaratkan lebih banyak tantangan bagi BOJ dalam beberapa bulan mendatang, dan juga berbicara tentang opsi yang dimiliki bank tersebut ketika mempertimbangkan peralihan dari suku bunga negatif.
Komentarnya memperkuat ekspektasi bahwa BOJ akan mengurangi kebijakannya yang sangat dovish dan banyak memberikan stimulus di tahun mendatang. Namun ketidakpastian mengenai waktu pivot masih membuat para pedagang tetap waspada. Ueda menekankan perlunya kebijakan longgar dalam jangka pendek, terutama di tengah tanda-tanda bahwa perekonomian Jepang semakin melemah.
Kemudian, rilis data Neraca Perdagangan China terjadi surplus hingga November yang lebih besar dari perkiraan. Ekspor China meningkat untuk pertama kalinya dalam enam bulan, meskipun hanya sedikit.
Namun penurunan impor yang tidak terduga meningkatkan kekhawatiran akan berkurangnya permintaan domestik, terutama karena aktivitas ekonomi di negara tersebut masih lesu. Serangkaian data untuk bulan November, yang dirilis awal bulan ini, menunjukkan pelemahan berkelanjutan dalam perekonomian China.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, pasar juga terus memantau proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 4,8%. Proyeksi ini lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2%. Hal tersebut berdasarkan sejumlah indikator, seperti tantangan dari perekonomian global dan penurunan harga komoditas unggulan ditahun depan.
Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah daripada asumsi makro yang tercantum dalam anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2024. Meskipun begitu, pertumbuhan sebesar 4,8% bukan lah hal yang buruk. Ini karena pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi sebesar 2,8% pada tahun depan.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8% berarti perekonomian tidak akan resesi, meski tidak terakselerasi. Namun, target pertumbuhan ekonomi 5,2% 2024 bisa tercapai, walaupun pemerintah harus kerja keras untuk menipangnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada 2024 dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2023 - 2024 di Gedung MPR/DPR, Jakarta.
Jokowi mengatakan stabilitas ekonomi makro akan terus dijaga. Selain itu, situasi pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 2024 akan dikondisikan untuk tetap kondusif guna meningkatkan optimisme perekonomian jangka pendek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






