The Fed Ditaksir Baru Akan Kerek Suku Bunga Pada Maret 2023, Rupiah Naik 47 Poin

AKURAT.CO Rupiah ditutup naik 47 poin ke level Rp15.445 pada perdagangan Senin, 20 November 2023 menyusul spekulasi The Fed baru akan mengerek suku bunga acuannya pada Maret 2024 mendatang.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah dikerek sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, sentimen utamanya masih datang dari AS.
Berdasarkan alat Fedwatch CME terkini, kemungkinan The Fed mengerek suku bunganya paling cepat pada bulan Maret 2024, meskipun hanya menunjukkan kemungkinan 30% dari skenario tersebut.
Dalam jangka pendek, pasar terfokus pada risalah pertemuan The Fed pada akhir bulan Oktober, di mana bank tersebut mempertahankan suku bunganya tetap stabil dan memberi isyarat bahwa bank tersebut kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
"Namun bank sentral kini secara bulat diperkirakan tidak lagi menaikkan suku bunga, karena data inflasi dan tenaga kerja yang lemah menunjukkan bahwa perekonomian AS melambat seperti yang diperkirakan. Namun volume perdagangan pasar mata uang juga ditetapkan agak terbatas pada minggu ini, karena libur Thanksgiving," kata Ibrahim dikutip Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Rupiah Naik 62 Poin Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS
Sentimen eksternal lainnya yakni Bank sentral China yang mempertahankan suku bunga acuan pinjaman pada rekor terendah, sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal. People Bank of China juga telah menyuntikkan sekitar 80 miliar yuan likuiditas ke dalam perekonomian, sebagian besar mempertahankan laju suntikan dana tunai untuk mendukung pertumbuhan.
Secara terpisah, para pejabat China berjanji akan memberikan lebih banyak dukungan kebijakan bagi sektor properti yang terkepung di negara tersebut. Sebuah langkah yang membantu meningkatkan kepercayaan terhadap salah satu industri terbesar Tiongkok. Gejolak di sektor properti telah menjadi hambatan besar bagi Tiongkok selama tiga tahun terakhir.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, pasar juga optimis terhadap proyeksi tingkat konsumsi masyarakat di Indonesia pada tahun 2024 tetap menunjukkan tren yang tinggi, didorong oleh perhelatan pemilu yang memicu kegiatan ekonomi. Pelaksanaan pemilu akan menggerakkan perekonomian dengan memicu belanja domestic. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 tetap berkisar antara 5-6% karena daya beli masyarakat yang masih kuat.
Sebelumnya, konsumsi masyarakat pada kuartal III-2023 tetap stabil, tercermin dari kondisi pasokan dari sektor manufaktur yang terus berada di zona ekspansif dengan indeks manufaktur (PMI) di atas 50%.
Pertumbuhan memperkirakan positif di seluruh sektor bisnis pada tahun 2024, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat. Ini berarti, perekonomian Indonesia akan tetap mempertahankan tren pertumbuhan yang positif, meskipun di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi.
Selain itu, kondisi ekonomi global yang diperkirakan akan melambat pada tahun 2024, dipengaruhi oleh kebijakan moneter ketat dari bank sentral negara maju, seperti Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga acuan bank tinggi sejak 2023.
Meskipun inflasi global cenderung terkendali, masih ada risiko kenaikan harga komoditas yang dipicu oleh ketegangan geopolitik seperti situasi Rusia-Ukraina atau Israel-Palestina. Kemudian, risiko dari perubahan iklim dan gangguan cuaca El Nino berpotensi menghambat produksi pangan hingga paruh pertama tahun 2024.
Dalam menghadapi dinamika global dan tantangan bervariasi, proyeksi ekonomi tersebut mencerminkan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, terutama melalui konsumsi yang berkelanjutan dari masyarakat serta pertumbuhan yang beragam di sektor bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









