Akurat

Jokowi Siapkan BLT El Nino, Ini Besaran Dan Cara Mendapatkannya

Deni Muhtarudin | 26 Oktober 2023, 16:45 WIB
Jokowi Siapkan BLT El Nino, Ini Besaran Dan Cara Mendapatkannya

AKURAT.CO Presiden Jokowi akan membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada masyarakat. Bantuan ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat dalam menghadapi fenomena musim kemarau akibat El Nino.

Informasi BLT ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto setelah menghadiri BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota Plataran GBK, Jakarta Pusat, belum lama ini.

"Ada bantuan langsung tunai (BLT) untuk El Nino. Itu lagi kita matangkan di Menteri Keuangan (Sri Mulyani)," kata Airlangga dikutip Kamis (26/10/2023).

Informasi BLT ini juga disampaikan langsung oleh Jokowi pada Rabu (25/10/2023). Jokowi mengatakan BLT bertujuan untuk menaikkan daya beli masyarakat.

"Kita tahu kondisi saat ini, jangan sampai mengurangi daya beli rakyat, daya beli masyarakat. Kita akan mengeluarkan BLT El Nino," kata Jokowi saat menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah di gudang Bulog Sumatera Barat.

Baca Juga: Serahkan Bantuan Pangan Beras, Jokowi: Akan Ditambah Lagi Untuk Desember

Terkait besaran BLT, Airlangga mengatakan masyarakat akan menerima uang sebesar Rp200 ribu per bulan selama 2 bulan. BLT El Nino akan dibagikan kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Terkait teknis lebih lanjut mengenai BLT, Airlangga mengatakan nantinya akan dijelaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"(Waktu pemberian BLT) dua bulan, Rp200 ribu per bulan per keluarga penerima manfaat (KPM). Ini kan KPM-nya kemarin itu, nanti Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) akan menjelaskan," kata Airlangga.

Selain BLT El Nino, pemerintah juga membagikan 2 bantuan lainnya dalam upaya mendukung masyarakat yang terdampak ekonomi sulit akibat kemarau panjang. Diantaranya program bantuan beras dan insentif pajak untuk pembelian rumah.

Sebelumnya diketahui pemerintah telah membagikan bantuan beras sejak September 2023 sebesar 10 kg beras kepada 21,35 juta KPM untuk membantu menghadapi kekeringan di tahun ini.

Menurut Airlangga, bantuan pangan tersebut masih akan terus berlanjut hingga Desember 2023.

"Bantuan beras dilanjutkan Desember (2023), 10 kg per keluarga penerima manfaat. Iya (beras langsung), kan kita sudah berlaku, Oktober sudah, November, jadi tinggal nanti Desember," jelas Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak untuk pembelian rumah atau properti dengan harga di bawah Rp2 miliar. Insentif ini meliputi pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) dan bantuan administrasi lainnya yang akan ditanggung pemerintah.

Airlangga menjelaskan PPN 100% akan ditanggung pemerintah hingga Juni 2024. Kebijakan ini bertujuan untuk membantu sektor properti. Setelah Juni 2024, pemerintah akan tetap menanggung 50% PPN sampai Desember 2024 untuk rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.