5 Negara ASEAN Gelontorkan BLT Perangi Dampak Krisis Covid-19

AKURAT.CO Seperti yang kita ketahui, Bantuan Langsung Tunai (BLT) telah menjadi instrumen penting bagi pemerintah di berbagai negara untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh berbagai krisis ekonomi, termasuk pandemi Covid-19.
Nah, di tahun 2024 ini, negara-negara ASEAN terus menggunakan BLT sebagai salah satu cara untuk mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini akan membahas inisiatif BLT di beberapa negara ASEAN pada tahun 2024 serta dampaknya terhadap masyarakat.
1. Indonesia
Pada tahun 2024, Indonesia melanjutkan program BLT sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Pemerintah Indonesia mengeluarkan BLT dengan fokus pada keluarga miskin dan rentan di pedesaan dan perkotaan. Program BLT Dana Desa masih berjalan, dengan tambahan program BLT untuk pekerja informal dan UMKM yang terdampak oleh inflasi dan kenaikan harga bahan pokok.
Baca Juga: Thailand Gelontorkan BLT Rp202 Triliun Untuk Stimulus Ekonomi
Menurut data Kementerian Sosial, pada tahun 2024, sebanyak 10 juta keluarga telah menerima BLT dengan jumlah bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Tentunya melalui program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
2. Thailand
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Thailand, Pichai Chunhavajira melalui lansiran Bloomberg menjelaskan bahwa distribusi BLT sebesar THB10.000 (Rp4,5 juta) kepada setiap warga Thailand berusia 16 tahun ke atas dengan batas pendapatan tertentu pada kuartal keempat akan mendorong daya beli, menghidupkan kembali manufaktur, dan meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Pemerintah awalnya memperkirakan akan menghabiskan sekitar THB500 miliar (Rp224 triliun) untuk stimulus karena ada 50,7 juta orang yang memenuhi syarat untuk program tersebut. Namun para pejabat sejak itu mengatakan mereka hanya memperkirakan tingkat partisipasi maksimal 90%, menurunkan biaya menjadi sekitar THB450 miliar (Rp202 triliun).
Pendanaan akan berasal dari APBN selama dua tahun fiskal. Dari total tersebut, THB165 miliar akan berasal dari anggaran tahun fiskal 2024 yang akan berakhir pada 30 September, dan THB285 miliar sisanya berasal dari anggaran tahun 2025.
3. Malaysia
Tak hanya Indonesia saja, negara tetangga seperti Malaysia juga melanjutkan program BLT melalui Bantuan Prihatin Nasional (BPN) 2024. Di mana program ini dirancang untuk membantu golongan B40 dan M40 yang masih mengalami dampak ekonomi dari pandemi dan kenaikan biaya hidup.
Pada tahun 2024, pemerintah Malaysia mengalokasikan dana sebesar MYR12 miliar untuk BPN. Penerima BPN mendapatkan bantuan tunai bervariasi antara MYR500 hingga MYR2.000, tergantung pada kategori pendapatan dan jumlah tanggungan.
Menurut Kementerian Keuangan Malaysia, lebih dari 11 juta penerima telah menerima bantuan ini pada tahun 2024, yang membantu mereka mengatasi tekanan ekonomi dan mendorong konsumsi domestik.
4. Filipina
Di Filipina, program BLT dikenal sebagai Social Amelioration Program (SAP). Pada tahun 2024, pemerintah Filipina melanjutkan SAP dengan fokus pada keluarga miskin dan pekerja informal yang paling terdampak oleh inflasi dan bencana alam.
Bantuan tunai sebesar PHP6.000 hingga PHP9.000 diberikan kepada keluarga penerima manfaat. Data dari Departemen Sosial dan Pembangunan menunjukkan bahwa sebanyak 19 juta keluarga telah menerima bantuan dari SAP pada tahun 2024. Program ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
5. Vietnam
Vietnam juga mengimplementasikan program BLT pada tahun 2024 sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah Vietnam memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin dan pekerja informal yang terdampak oleh inflasi dan kenaikan biaya hidup.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar VND2.000.000 per bulan. Menurut Kementerian Tenaga Kerja, Invalids, dan Sosial, sebanyak 8 juta keluarga telah menerima bantuan pada tahun 2024. Program ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang paling membutuhkan.
Dampak dan Tantangan Pemberian BLT
Implementasi BLT di negara-negara ASEAN pada tahun 2024 memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Bantuan langsung tunai membantu meningkatkan daya beli, mengurangi kemiskinan, dan mendorong konsumsi domestik yang penting untuk pemulihan ekonomi.
Namun, pelaksanaan BLT juga menghadapi berbagai tantangan, seperti distribusi yang tidak merata, kurangnya data penerima manfaat yang akurat, dan potensi penyalahgunaan dana. Pemerintah di berbagai negara ASEAN perlu terus memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan, memastikan transparansi dan akuntabilitas, serta mengatasi tantangan logistik dan administrasi untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran.
Secara tidak langsung BLT terus menjadi instrumen penting bagi negara-negara ASEAN dalam mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terdampak oleh krisis ekonomi.
Bahkan pada tahun 2024, berbagai negara di ASEAN telah mengimplementasikan program BLT dengan skala besar dan cakupan luas, yang memberikan dampak positif bagi jutaan keluarga. Tentunya dengan adanya perbaikan mekanisme penyaluran dan pengawasan yang ketat, BLT dapat terus menjadi alat yang efektif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









