Akurat

Menko Airlangga: Bernilai USD77,6 M Di 2022, Ekonomi Digital Indonesia Perlu Dioptimalkan

Aris Rismawan | 25 Oktober 2023, 16:05 WIB
Menko Airlangga: Bernilai USD77,6 M Di 2022, Ekonomi Digital Indonesia Perlu Dioptimalkan

AKURAT.CO Ekonomi Digital menjadi salah satu sektor prospektif yang perlu dikembangkan di tengah pergeseran masyarakat ke arah digital saat ini. Hal tersbeut disampaikan ole Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Menurut Airlangga, pada tahun 2022 nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan mencapai USD194 miliar dan Indonesia mampu memiliki porsi hingga 40% dari nilai tersebut.

Indonesia sendiri, telah memperkuat pondasi ekonomi digital ASEAN melalui sejumlah program prioritasnya, melalui percepatan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) sebagai transformasi ekonomi digital di kawasan.

Baca Juga: Genjot Ekonomi Digital, Kominfo Gandeng Kearney Kembangkan Peta Jalan 6 Sektor Industri

“Ekosistem ekonomi digital menjadi penting dan untuk meningkatkan daya saingnya, kita perlu optimalisasi berbagai kerja sama ekonomi,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (25/10/2023).

Kemudian untuk mengoptimalkan daya saing ekonomi digital, aspek teknologi menjadi salah satu komponen yang dapat mendongkrak di kancah global.

Menurut Airlangga, pertumbuhan pelaku digital masih masif sehingga pemerintah diharapkan mampu mendorong realisasi potensi ekonomi digital Indonesia hingga mencapai USD360 miliar pada tahun 2030.

“Peningkatan ekonomi digital tersebut akan memberikan manfaat konkret bagi perekonomian nasional mulai dari peningkatan efisiensi, efektivitas, dan inovasi, penurunan cost production, hingga penguatan kolaborasi dan inklusivitas,” ucap Airlangga.

Sementara, pemerintah telah mewujudkan ekosistem digital yang inklusif seperti mempererat kemitraan dengan swasta untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap teknologi digital, serta penguatan konektivitas antar wilayah dengan satelit Satria, perluasan 4G hingga 5G.

Tidak hanya itu, Menko Airlangga menjelaskan saat ini pengetahuan mengenai Blockchain, Kecerdasan Buatan (AI), Otomasi, dan Cloud Computing perlu menjadi prasyarat dalam pendidikan di berbagai level.

“Bapak Presiden Joko Widodo telah mengatakan kita tidak perlu takut dengan adanya AI, karena regulasi belum ada tetapi AI terus berkembang. Justru kita harus mengantisipasi dengan meningkatkan kompetensi untuk menjadi AI engineer dan expert yang sebanyak-banyaknya,” ungkap Menko Airlangga.

Selain itu, ekonomi digital juga berdampak secara langsung kepada pendapatan per kapita masyarakat. Ekonomi digital banyak menciptakan pekerjaan yang bergaji tinggi.

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira sebelumnya mengatakan, banyak pekerjaan di sektor ekonomi digital yang bergaji di atas Rp30 juta per bulannya seperti data analis, data scientist dan engineering untuk blockchain.

Sehingga dengan adanya transformasi ekonomi digital ini, Indonesia harus melihat potensi dari ekonomi digital yang dapat menguntungkan terhadap perekonomian Indonesia ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.