Akurat

Survei BI: Penjualan Eceran September 2023 Menguat

Aris Rismawan | 11 Oktober 2023, 08:45 WIB
Survei BI: Penjualan Eceran September 2023 Menguat

AKURAT.CO Kinerja penjualan eceran pada September 2023 diprakirakan tetap kuat secara tahunan. Hal tersebut berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan pada Selasa 10 Oktober 2023.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, kinerja penjualan pada bulan September 2023 tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tercatat sebesar 200,2 atau tumbuh positif secara tahunan sebesar 1,3% (year on year/yoy).

“Walaupun kinerja tersebut sedikit lambat dari pertumbuhan 1,1 persen secara tahunan pada Agustus 2023,” kata Erwin dikutip Rabu (11/10/2023).

Baca Juga: Survei BI: Penjualan Eceran Agustus 2023 Tetap Kuat

Lebih rinci, tetap kuatnya kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh subkelompok sandang sebesar 12,4% (yoy) serta kelompok suku cadang dan aksesori yang tumbuh positif sebesar 11,9% (yoy).

Dari sisi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh sebesar 2% (yoy) tercatat tetap kuat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,4% (yoy).

Erwin juga menjelaskan kinerja penjualan eceran secara bulanan yang tercatat terkontraksi sebesar 1,9% (month to month/mtm) atau berbalik arah dari pertumbuhan 0,4% (mtm) dari bulan sebelumnya.

“Kelompok barang budaya dan rekreasi tercatat membaik walaupun terkontraksi sebesar 1,6 persen (mtm), dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan subkelompok sandang turun cukup dalam yang masing-masing sebesar -3,2 persen (mtm) dan -4,7 persen (mtm) akibat penurunan permintaan dalam negeri dan kendala distribusi,” ucap Erwin.

Sementara, BI juga memperkirakan penjualan akan meningkat pada bulan November 2023 sebesar 133,2 dari periode sebelumnya yang sejalan dengan masih terjaganya permintaan dalam negeri. Namun, penjualan eceran diperkirakan turun kembali pada Februari 2024 yang tercatat 122,4 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 137,1.

“Secara spasial, penurunan penjualan pada Februari 2024 terjadi di mayoritas kita, seperti Kota Bandung, Semarang termasuk dengan Purwokerto dan Manado,” ungkap Erwin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.