Akurat

Pertemuan Bilateral Indonesia-Belanda, Mendag: TIngkatkan Kerja Sama Lintas Sektor

Arief Rachman | 11 September 2023, 10:07 WIB
Pertemuan Bilateral Indonesia-Belanda, Mendag: TIngkatkan Kerja Sama Lintas Sektor

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di New Delhi, India, Sabtu (9/9/2023). Pertemuan dilakukan di sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di India.

Mendag Zulhas mengungkapkan, pertemuan kedua negara membahas beberapa hal, di antaranya dalam bidang pembangunan, ekonomi, proses pendaftaran Indonesia sebagai anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (The Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD), serta kerja sama ASEAN dan Belanda.

“Pertemuan membahas hubungan bilateral di berbagai sektor, salah satunya Indonesia mendorong kerja sama untuk transisi energi dan pengembangan teknologi rendah karbon,” ujar Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas melanjutkan, pertemuan juga membahas kebijakan European Union Deforestation-free Regulation (EUDR). Menurutnya, EUDR dapat menghambat ekspor produk pertanian dan perkebunan Indonesia ke Uni Eropa.

“Indonesia mendorong penghapusan EUDR sehingga tidak mendiskriminasi komoditas utama Indonesia,” tambah Mendag Zulhas.

Pada Januari-Juli 2023, total perdagangan Indonesia dan Belanda tercatat sebesar USD2,73 miliar. Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Belanda tercatat sebesar USD2,17 miliar sedangkan impor Indonesia dari Belanda tercatat sebesar USD559,60 juta. Pada periode tersebut Indonesia menikmati surplus sebesar USD1,61 miliar.

Sementara pada 2022, total perdagangan kedua negara mencapai USD6,23 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke Belanda tercatat sebesar USD5,38 miliar sedangkan impor Indonesia dari Belanda tercatat sebesar USD855,50 juta. Pada tahun tersebut, Indonesia surplus perdagangan sebesar USD4,52 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Belanda di antaranya asam lemak monokarboksilat industri, minyak sawit dan fraksinya, bungkil minyak dan residu padat lainnya, kelapa kopra, serta monokarboksilat asiklik jenuh.

Sedangkan, produk impor Indonesia dari Belanda di antaranya kertas atau kertas karton, limbah kupas dan skrap dari plastik, makanan olahan, mentega dan lemak lainnya, serta bawang merah dan bawang putih.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.