Banjir Bawa Kerugian Ekonomi hingga Rp50 Triliun, Sumatera Jadi Kunci Penguatan Ekonomi RI
Hefriday | 12 Desember 2025, 12:15 WIB

AKURAT.CO Ekonom Senior Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai kebangkitan ekonomi Sumatra pada 2025 berpotensi menjadi salah satu faktor penentu penguatan ekonomi Indonesia.
Fithra menyebut aktivitas ekonomi di wilayah tersebut memiliki efek signifikan terhadap pertumbuhan Indonesia.
Menurut perhitungannya, dampak ekonomi Sumatra dapat mencapai Rp51 triliun, angka yang disebutnya mirip dengan estimasi kerugian BNPB untuk konteks bencana.
Menurut perhitungannya, dampak ekonomi Sumatra dapat mencapai Rp51 triliun, angka yang disebutnya mirip dengan estimasi kerugian BNPB untuk konteks bencana.
Namun, dalam konteks ekonomi, angka tersebut menggambarkan potensi pemulihan yang bisa mendorong pertumbuhan.
Baca Juga: 3 Strategi Fiskal Kemenkeu Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
“Sumatra tahun ini memang memberi sedikit dragging effect pada pertumbuhan nasional. Tapi tahun depan, low base effect justru memberi ruang percepatan yang besar,” katanya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Fithra menjelaskan bahwa percepatan aktivitas industri, perdagangan, hingga logistik di Sumatra akan menjadi pendorong utama.
“Sumatra tahun ini memang memberi sedikit dragging effect pada pertumbuhan nasional. Tapi tahun depan, low base effect justru memberi ruang percepatan yang besar,” katanya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Fithra menjelaskan bahwa percepatan aktivitas industri, perdagangan, hingga logistik di Sumatra akan menjadi pendorong utama.
Ketika aktivitas kembali normal dan meningkat, pertumbuhan wilayah diperkirakan naik signifikan, lalu memberi kontribusi langsung ke tingkat nasional.
Dirinya memperkirakan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia berada di rentang 0,05–0,1%. Meski terlihat kecil, efek tersebut sangat krusial dalam menopang pertumbuhan nasional di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.
“Jika Sumatra pulih, pertumbuhan kita pada 2025 bisa lebih tinggi dan mendekati target pemerintah. Ini momentum penting untuk pemerataan ekonomi antarwilayah,” tegasnya.
Dirinya memperkirakan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia berada di rentang 0,05–0,1%. Meski terlihat kecil, efek tersebut sangat krusial dalam menopang pertumbuhan nasional di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.
“Jika Sumatra pulih, pertumbuhan kita pada 2025 bisa lebih tinggi dan mendekati target pemerintah. Ini momentum penting untuk pemerataan ekonomi antarwilayah,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8BPJPH Apresiasi PT Anindya Wiraputra Siap Verifikasi Produk Halal di Luar Negeri
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini









