Industri Pengolahan Melesat, Ekspor RI ke China Tembus USD52,4 M

AKURAT.CO Sektor industri pengolahan kembali menunjukkan peran dominan dalam mendorong ekspor Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekspor nonmigas mencapai 8,42% menjadi USD223,12 miliar, mayoritas disumbang dari produk industri bernilai tambah.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan industri pengolahan mencatat kinerja positif dengan andil pertumbuhan 11,68%.
Produk-produk unggulan seperti minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, perhiasan dan barang berharga, bahan kimia organik, hingga komponen elektronik mengalami peningkatan permintaan di pasar global.
Baca Juga: Cek Nama Kamu! Link Pengumuman Administrasi Mitra Statistik BPS 2026 dan Tahapan Berikutnya
“China masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD52,45 miliar, naik 8,19% dibanding tahun lalu,” ujar Pudji saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Selain China, ekspor ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa juga mencatat pertumbuhan. Namun, ekspor ke India justru menurun akibat pelemahan permintaan di sektor energi dan komoditas tertentu.
Meski kinerja kumulatif menunjukkan tren positif, ekspor Indonesia pada Oktober 2025 tercatat turun 2,31% secara tahunan. Penurunan ini terutama dipicu melemahnya ekspor migas yang anjlok 33,60% menjadi USD0,89 miliar. Sementara ekspor nonmigas juga turun tipis 0,51%.
Baca Juga: Jakarta Jadi Provinsi Pertama Kolaborasi dengan BPS Identifikasi RW Kumuh
BPS menekankan bahwa ekspor nonmigas akan tetap menjadi tulang punggung perdagangan Indonesia hingga akhir tahun, seiring diversifikasi pasar dan penguatan industri bernilai tambah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








