Akurat

Industri Pengolahan Melesat, Ekspor RI ke China Tembus USD52,4 M

Demi Ermansyah | 2 Desember 2025, 08:10 WIB
Industri Pengolahan Melesat, Ekspor RI ke China Tembus USD52,4 M

AKURAT.CO Sektor industri pengolahan kembali menunjukkan peran dominan dalam mendorong ekspor Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekspor nonmigas mencapai 8,42% menjadi USD223,12 miliar, mayoritas disumbang dari produk industri bernilai tambah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan industri pengolahan mencatat kinerja positif dengan andil pertumbuhan 11,68%.

Produk-produk unggulan seperti minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, perhiasan dan barang berharga, bahan kimia organik, hingga komponen elektronik mengalami peningkatan permintaan di pasar global.

Baca Juga: Cek Nama Kamu! Link Pengumuman Administrasi Mitra Statistik BPS 2026 dan Tahapan Berikutnya

“China masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD52,45 miliar, naik 8,19% dibanding tahun lalu,” ujar Pudji saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Selain China, ekspor ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa juga mencatat pertumbuhan. Namun, ekspor ke India justru menurun akibat pelemahan permintaan di sektor energi dan komoditas tertentu.

Meski kinerja kumulatif menunjukkan tren positif, ekspor Indonesia pada Oktober 2025 tercatat turun 2,31% secara tahunan. Penurunan ini terutama dipicu melemahnya ekspor migas yang anjlok 33,60% menjadi USD0,89 miliar. Sementara ekspor nonmigas juga turun tipis 0,51%.

Baca Juga: Jakarta Jadi Provinsi Pertama Kolaborasi dengan BPS Identifikasi RW Kumuh

BPS menekankan bahwa ekspor nonmigas akan tetap menjadi tulang punggung perdagangan Indonesia hingga akhir tahun, seiring diversifikasi pasar dan penguatan industri bernilai tambah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.