AKURAT.CO Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengungkapkan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, guna membahas kebijakan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari laman reuters pada Minggu (30/3/2025) lalu, Anthony menyoroti kekhawatiran bahwa Australia bisa terdampak eskalasi perang dagang global akibat tarif yang diterapkan oleh AS.
Usut punya usut permintaan diskusi tersebut muncul pasca Trump kembali memberlakukan tarif baru pada baja dan aluminium, yang berdampak langsung terhadap ekspor Australia.
Baca Juga: Waspadai Dampak Tarif Trump terhadap Inflasi, The Fed Beri Sinyal Lampu Kuning
Kebijakan Trump tersebut pada akhirnya menimbulkan kegelisahan bagi banyak pihak, terutama karena Australia sebelumnya dibebaskan dari tarif serupa selama masa jabatan pertama Trump.
Oleh karena itu, Anthony menyebut bahwa pemerintahnya telah menjalin komunikasi konstruktif dengan pejabat AS mengenai hal ini, dan diskusi lebih lanjut akan dilakukan menjelang pengumuman resmi pada 2 April.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembicaraan langsung dengan Trump, PM Anthony menegaskan bahwa ia ingin melakukan diskusi empat mata.
"Beberapa minggu lalu, alasan mengapa pembicaraan itu belum terjadi adalah karena presiden memutuskan untuk tidak berbicara dengan siapa pun dan langsung menerapkan kebijakan ini," ujarnya.
Baca Juga: Inkosistensi Kebijakan Tarif Trump, Bikin Sektor Bisnis Global Makin Galau
Seperti yang diketahui, semenjak awal pemerintahannya, PM Anthony telah berupaya menjaga hubungan bilateral yang stabil dengan AS.
Bahkan dirinya mengklaim pemerintahannya akan terus berkomunikasi setiap hari dengan pemerintahan Trump terkait tarif ini.
Tarif ini menjadi salah satu isu utama yang menarik perhatian dalam kampanye pemilihan umum Australia.
Sebab Anthony harus meyakinkan publik bahwa ia dapat menangani hubungan dengan Trump secara lebih efektif dibandingkan lawan politiknya, Peter Dutton dari koalisi Liberal-Nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









