Inkosistensi Kebijakan Tarif Trump, Bikin Sektor Bisnis Global Makin Galau

AKURAT.CO Pemerintahan Donald Trump kembali menjadi sorotan pasca Gubernur Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, mengungkapkan bahwa perubahan kebijakan yang cepat di bawah kepemimpinan Trump menciptakan rasa ketidakstabilan di kalangan pelaku bisnis.
Sehingga pada akhirnya berpotensi menurunkan optimisme dunia usaha dan meredam permintaan pasar. Lebih lanjut Barkin menyoroti dampak dari berbagai kebijakan yang berubah secara mendadak, seperti tarif impor mobil sebesar 25% yang baru saja diumumkan Trump.
"Akibat dari inkonsistensi kebijakan yang diambil Trump, pada akhirnya membuat dunia usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis dan investasi," paparnya dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif Otomotif, Saham Produsen Mobil Babak Belur
Barkin mengingatkan bahwa ketidakpastian mampu membuat regulasi semakin terhambat pertumbuhan ekonomi karena perusahaan cenderung menunda ekspansi dan perekrutan karyawan.
"Para pelaku bisnis menghadapi dilema besar di tengah perubahan kebijakan yang tidak terduga. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya volatilitas di pasar, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi investasi domestik maupun asing. Ketika aturan dan tarif terus berubah, maka perusahaan akan lebih sulit membuat perencanaan jangka panjang," tegasnya.
Selain itu, lanjut Barkin, dengan diterapkannya tarif impor maka mau tidak mau biaya produksi semakin melonjak yang pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.
"Jika hal ini terjadi, maka daya beli masyarakat juga bisa ikut tertekan, memperburuk kondisi ekonomi secara keseluruhan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







