Akurat

Waduh! Kebijakan Tarif Trump Bikin Bitcoin dan Kripto Terjun Bebas

Demi Ermansyah | 1 Maret 2025, 10:25 WIB
Waduh! Kebijakan Tarif Trump Bikin Bitcoin dan Kripto Terjun Bebas

AKURAT.CO Pasar kripto kembali bergoyang pasca Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor yang bakal berlaku mulai 4 Maret 2025 mendatang.

Dimana keputusan tersebut langsung memicu aksi jual besar-besaran di aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Ethereum, yang terjun bebas lebih dari 5% pada Jumat (28/2/2025) lalu.

Bahkan, sehari sebelumnya, Trump memastikan tarif 25% untuk produk dari Meksiko dan Kanada serta tambahan 10% untuk barang dari China. Pelaku pasar yang semula berharap ada penundaan malah dibuat kecewa, sehingga kepanikan melanda pasar keuangan.

Mengutip dari laman bloomberg, pasca kepastian tarif tersebut, Bitcoin turun drastis di angka USD79.125,53 terendah sejak November 2024, kemudian Ethereum (ETH) juga bernasib sama, turun ke USD2.099,37, titik terendah dalam 13 bulan terakhir.

Baca Juga: Hadapi Tarif Tambahan 10 Persen dari AS, China Siapkan Strategi Balasan

Kedua aset kripto ini mencatat penurunan bulanan terdalam sejak Juni 2022, setelah sebelumnya sempat menikmati reli akibat optimisme terhadap kebijakan ekonomi Trump.

Merespon hal tersebut, Co-Chair Hong Kong Web3 Association, Joshua Chu menilai penurunan Bitcoin di bawah USD80.000 adalah sinyal sentimen positif terhadap administrasi yang pro-kripto mulai meredup.

Tak hanya kripto, mata uang berisiko seperti Dolar Australia (AUD), Dolar Selandia Baru (NZD), Euro (EUR), dan Dolar Kanada (CAD) juga melemah. AUD turun 0,4% ke USD0,62105, sedangkan NZD merosot 0,5% ke USD0,5599. Euro turun ke USD1,0380, dan dollar Kanada melemah ke CAD1,4452.

Melihat sentimen tersebut beserta pasar yang semakin tidak menentu, investor kini harus lebih waspada terhadap volatilitas yang masih bisa berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.