Rupiah Terbang ke Rp8.170, Pengamat: Aksi Terencana Menggiring Opini
Demi Ermansyah | 1 Februari 2025, 21:14 WIB

AKURAT.CO Jagat maya kembali dikejutkan dengan perubahan nilai tukar rupiah yang secara tiba-tiba tertera di Google menjadi Rp8.170 per dolar AS, jauh dari nilai resmi yang sebelumnya berada di kisaran Rp16.300.
Tentunya perubahan drastis tersebut memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya serangan hacker yang mencoba mengguncang persepsi publik terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut pengamat keuangan, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwasanya manipulasi ini bukan hanya sekadar kesalahan teknis, melainkan sebuah aksi terencana yang bertujuan untuk menggiring opini bahwa rupiah bisa kembali menguat hingga ke level 8.000-an apabila pertumbuhan ekonomi mencapai 8%.
Dugaan keterlibatan hacker dalam kasus ini, lanjutnya, semakin diperkuat oleh adanya tren serangan siber yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama yang menyasar sistem finansial dan informasi publik.
"Sebagaimana optimisme yang pernah diungkapkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, hal ini bertolak belakang dengan prediksi realistis dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan yang memperkirakan pertumbuhan hanya di angka 4,8 hingga 5,2 persen," ucapnya kepada media, Sabtu (1/2/2025).
Dugaan keterlibatan hacker dalam kasus ini, lanjutnya, semakin diperkuat oleh adanya tren serangan siber yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama yang menyasar sistem finansial dan informasi publik.
Di sisi lain, lanjutnya, situasi global juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Dengan kemungkinan terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, berbagai kebijakan ekonomi, termasuk perang dagang dengan China, Eropa, dan negara-negara BRICS, bisa semakin menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
"Selain itu, ketidakpastian global, termasuk terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dan dampak kebijakan perang dagangnya, juga ikut memperburuk sentimen terhadap stabilitas rupiah," ucapnya.
Ancaman sanksi terhadap negara-negara yang tidak menggunakan dolar, tambahnya, dalam perdagangan internasional juga bisa menambah tekanan terhadap pasar finansial Indonesia.
Sebelumnya Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi yang diperlukan.
"Nilai tukar USD/IDR sekitar Rp8.100 sebagaimana yang ada di Google bukan merupakan level yang seharusnya. Data Bank Indonesia mencatat Kurs Rp16.312 per dolar AS pada tanggal 31 Januari 2025," ujar Ramdan.
Hingga berita ini tayang, data Google Finance masih menunjukkan nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah merosot ke Rp8.170,65.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








