Satu Data Kemiskinan Perlu Sentralisasi dan Akurasi Tinggi

AKURAT.CO Kabinet Merah Putih (KMP) Prabowo-Gibran menjanjikan satu data kemiskinan untuk acuan program bantuan sosial atau bansos berikutnya. Presiden dan Wapres bahkan ingin satu data kemiskinan bisa siap digunakan dalam 100 hari ke depan.
Menanggapi rencana tersebut, Vice President PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai penyusunan data kemiskinan yang akurat dan terpusat menjadi langkah krusial dalam mendukung program bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Data kemiskinan menjadi salah satu acuan utama bagi pemerintah dalam menyalurkan bantuan, sehingga penting untuk meningkatkan akurasi dan integrasinya di berbagai instansi.
Wawan menyoroti bahwa data kemiskinan saat ini tersebar di berbagai kementerian dan instansi, sehingga masih rentan terhadap risiko data ganda dan ketidakakuratan. Dalam kondisi ini, proses penyusunan data terpusat dan diperbarui secara berkala menjadi penting.
Wawan juga menilai untukmeningkatkan pertumbuhan ekonomi, program Prabowo mendorong peningkatan konsumsi masyarakat melalui bansos yang optimal. Bansos yang tepat sasaran, khususnya pada periode awal pemerintahan, akan berdampak positif pada daya beli masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja









