Tanggapi Satu Data Kemiskinan, Ekonom: Harus Jadi Prioritas Karena Sangat Mendesak
Hefriday | 31 Oktober 2024, 18:33 WIB

AKURAT.CO Kementerian Sosial (Kemsos) RI berkomitmen untuk menyelesaikan isu satu data kemiskinan dalam 100 hari pertama. Hal ini mengatasi permasalahan kemiskinan di Tanah Air.
Satu data kemiskinan menjadi krusial mengingat selama ini sumber data kemiskinan berasal dari berbagai lembaga yang belum tersinkronisasi, antara lain dari Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menanggapi rencana satu data kemiskinan tersebut, Ekonom Senior dan Associate Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto menekankan pentingnya sinkronisasi data kependudukan sebagai salah satu target utama dalam 100 hari pertama pemerintahan baru.
Menurutnya, koordinasi antar kementerian dan lembaga sangat mendesak agar data populasi dapat digunakan secara akurat dan tepat sasaran dalam berbagai kebijakan publik. Menurutnya, sejumlah instansi terkait seperti Kemendagri melalui Dukcapil, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Sosial perlu saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan ini.
"Kalau sudah jadi target 100 hari kerja pertama, mestinya bisa dicapai. Untuk itu perlu segera koordinasi antar atau lintas kementerian/lembaga (K/L) dan Badan," ujar Ryan saat dihubungi Akurat.co, Kamis (31/10/2024).
Ryan menilai bahwa koordinasi yang solid akan mendukung upaya pemerintah dalam memperoleh data penduduk yang akurat, sehingga program pemerintah dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan riil mereka. "Program ini harus jadi skala prioritas tinggi karena kebutuhannya sudah sangat mendesak," tambahnya.
Pentingnya integrasi data demografi ini juga berdampak pada efektivitas berbagai kebijakan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial dan penyusunan anggaran. Dengan data yang terintegrasi, diharapkan alokasi bantuan dan program pemerintah dapat lebih efisien dan terukur.
Lebih lanjut, Ryan menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor dan sinergi yang kuat di antara lembaga terkait, agar sinkronisasi data kependudukan tidak hanya jadi komitmen di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








