Investasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Bisa Melesat di Era Prabowo
Hefriday | 27 September 2024, 19:53 WIB

AKURAT.CO Prabowo dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan memulai menata strategi pada 20 Oktober mendatang untuk mencapai target yang dicanangkan.
Salah satu yang krusial, Prabowo akan membuat strategi agar pertumbuhan ekonomi indonesia tembus hingga 8%. Lalu apa langkah yang harus diambil untuk mencapai target tersebut?
Menurut Kepala Ekonom BCA Group, David Sumual, ada dua kunci yang menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi sebesar itu. Dengan melakukan dua kunci ini, dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi indonesia akan membaik dan akhirnya bisa mencapai angka yang diinginkan. Salah satunya, menggenjot investasi.
"Kalau berpegang dengan mengandalkan tabungan domestik, kita hanya akan bertumbuh sekitar 5 persen. Tapi kalau mau sampai 8% itu perlu investasi dari eksternal yang lebih besar lagi," tuturnya saat dihubungi Akurat.co, Kamis (26/9/2024).
David juga menegaskan bahwa peningkatan porsi investasi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) bisa sangat relevan untuk memperbaiki efisiensi investasi di Indonesia, terutama jika melihat rasio ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang saat ini berada di 5,6%.
ICOR menunjukkan seberapa banyak modal yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit output. Semakin tinggi ICOR, semakin tak efisien suatu negara dalam mengonversi investasi menjadi output.
Porsi kontribusi investasi terhadap PDB RI seharusnya dinaikkan dari porsi sekarang yang sekitar 30%. Untuk menaikkannya, sangat tergantung pada rasio ICOR atau efisiensi modal. Jika ICOR ini bisa diperbaiki, kemungkinan Indonesia hanya butuh porsi kontribusi investasi sebesar 40 persen saja terhadap PDB.
"Tapi kalau masih seperti sekarang, itu mungkin butuh hampir 45 persen terhadap PDB dengan ICOR kita yang saat ini ada di 5,6 persen. ICOR itu perbandingan antara modal dan output yang dihasilkan. Jadi kalau untuk Indonesia perlu 5,6 unit modal untuk mendapatkan 1 unit output. kalau negara lain kan butuh 3 sampai 4 unit modal sudah dapat menghasilkan 1 unit output," tegasnya.
David menambahkan, selain perlu memperbanyak investasi asing, pemerintah juga perlu melakukan perbaikan dari sisi efisiensi. Kemudian tak kalah penting, teknologi dikarenakan masih banyak terjadi kebocoran (output).
"Jadi kuncinya itu pertama harus tarik investasi asing. Kedua perbaikan dari sisi efisiensi, human capital, kemampuan teknologi, lalu government, karena kita banyak kebocoran sana sini, birokrasi kita perlu diperbaiki, infrastruktur terutama infrastruktur digital harus diperbaiki. Sama regulasi dan peran swasta nya juga harus diperkuat," imbuhnya.
Dengan berbagai perbaikan itu, David berharap pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 8%. Namun dengan catatan, pertumbuhan ekonomi ini akan merangkak secara berkala dan tak bisa langsung tercapai secara instan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










