BI Taksir Pertumbuhan Ekonomi RI 2024 Tembus 4,7-5,5 Persen

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) tetap optimis mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diproyeksikan berada dalam rentang 4,7% hingga 5,5%. Dukungan utama untuk proyeksi ini berasal dari konsumsi domestik dan investasi.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi perlu terus didorong sehingga tetap dapat menjaga keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian nasional,” kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya dikutip Sabtu (24/8/2024).
Hal ini menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan terpercaya. Serta, ia juga menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga harus ditingkatkan seiring dengan berakhirnya faktor musiman dari Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan dampak dari pemilihan umum pada semester pertama 2024. Hal ini penting untuk menjaga momentum ekonomi yang positif.
Baca Juga: Peran Strategis Industri Olahraga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain itu, Winantya juga mengungkapkan keyakinan bahwa keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), akan memberikan dorongan signifikan terhadap investasi, terutama investasi swasta. "Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional juga diproyeksikan dapat meningkatkan investasi, khususnya investasi swasta," tuturnya.
Di sisi lain, BI mengharapkan bahwa stimulus fiskal 2024 yang meningkat dari 2,3% menjadi 2,7% dari produk domestik bruto (PDB) akan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian Indonesia.
BI juga aktif dalam memperkuat sinergi antara stimulus fiskal pemerintah dan stimulus makroprudensial BI. “Bank Indonesia terus melakukan penguatan sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial BI untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Juli.
Serta, BI terus fokus pada penguatan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Upaya ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








