Prabowo Ditargetkan Resmikan Badan Penerimaan Negara di 2025

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengambil tindakan untuk menginisiasi pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN), sebuah langkah yang awalnya diajukan oleh Calon Presiden Prabowo Subianto (Cawapres) selama kampanye Pilpres 2024.
Ini akan memisahkan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari Kementerian Keuangan. Namun peresmian BPN nampaknya bakal dilakukan oleh Prabowo di awal masa pemerintahannya, atau tahun 2025.
Dalam Dokumen Rencana Awal Rancana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, dijelaskan upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan perpajakan guna mencapai target rasio penerimaan perpajakan 10-12% dari PDB pada 2025.
Baca Juga: Pemerintahan Prabowo Bidik Tax Ratio 12 Persen di 2025, Begini Strateginya
Langkah tersebut akan dilakukan melalui pembentukan Badan Otorita Penerimaan Negara dengan tujuan memperbaiki struktur perpajakan untuk meningkatkan tax ratio.
"Upaya meningkatkan penerimaan perpajakan dilakukan untuk mencapai target rasio penerimaan perpajakan sebesar 10-12 persen PDB pada 2025, melalui pembenahan kelembagaan perpajakan melalui pembentukan Badan Otorita Penerimaan Negara untuk meningkatkan tax ratio," tulis dokumen RKP 2025, dikutip Rabu (24/4/2024).
Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang belanja yang memadai dalam APBN untuk mendukung pembangunan demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
"Sehingga APBN dapat menyediakan ruang belanja yang memadai bagi pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045," sambung dokumen itu.
Selain itu, pemerintah berharap bahwa pembentukan BPN akan memberikan ruang belanja yang memadai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung pembangunan dan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Dokumen tersebut juga mencantumkan langkah-langkah lain yang akan diambil, termasuk peningkatan efisiensi sistem perpajakan, implementasi core tax system, pengawasan terhadap Wajib Pajak High Wealth Individual, serta penajaman insentif pajak untuk sektor-sektor prioritas.
Sebelumnya, Prabowo Subianto telah menegaskan rencananya untuk memisahkan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai dari Kementerian Keuangan jika terpilih sebagai presiden, dengan tujuan membentuk Badan Penerimaan Negara.
Program ini juga termasuk dalam 8 Program Hasil Cepat Terbaik yang digagas Prabowo dan Gibran, dengan target meningkatkan rasio penerimaan negara hingga 23% terhadap PDB.
"Pendirian Badan Penerimaan Negara ditargetkan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 23 persen," ujarnya dalam dokumen 8 Program Hasil Cepat Terbaik Prabowo-Gibran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana







