Akurat

Kemenkeu Bantah APBN Danai Cicilan Whoosh Rp226 M Per Bulan

M. Rahman | 7 Oktober 2023, 09:05 WIB
Kemenkeu Bantah APBN Danai Cicilan Whoosh Rp226 M Per Bulan

AKURAT.CO Stafsus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo membantah isu APBN digunakan untuk membayar utang ke China atas proyek Whoosh atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Diketahui, proyek ini menjadi sorotan publik usai resmi beroperasi pada Senin, 2 Oktober 2023 lalu. Publik menyoroti pendanaan proyek Whoosh yang disebut membuat negara harus membayar cicilan Rp266 miliar tiap bulan selama 30 tahun kepada China.

Prastowo memastikan bahwa narasi yang beredar ini keliru. Ia menegaskan bahwa pembayaran cicilan atas proyek Whoosh diangsur secara langsung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca Juga: Luhut Soal Proyek Kereta Cepat Whoosh: Ada Banyak Masalah Dan Kendala

"Ini keliru. Saya luruskan, yang melakukan kontrak pinjaman untuk cost overrun adalah PT KAI dan CBD. Yang akan mengangsur? Ya PT KAI," ucap Prastowo melalui akun X pribadinya, dikutip Sabtu (7/10/2023).

Ditambahkan, pembayaran utang ke China atas proyek KCJB ini juga bersumber dari pendapatan PT KAI. Antara lain, dari kontrak pengangkutan dengan PT Bukit Asam. 

Mitigasi Gagal Bayar

Prastowo juga memastikan ada strategi mitigasi risiko gagal bayar yang diterapkan, yakni ring-fencing dan first loss basis.

APBN tidak akan langsung digunakan untuk membayar utang atas pengadaan KCJB bila PT KAI tak mampu membayar angsuran.

"Bila KAI tak mampu bayar cicilan, pembayaran tidak akan langsung ke APBN juga karena masih ada PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia) sebagai perisai. Jadi memakai strategi mitigasi dengan ring fencing dan menyerap first loss basis," jelas Prastowo.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Biaya pengadaan KCJB membengkak atau cost overrun sebesar USD1,2 miliar setara Rp18,02 triliun. Biaya total proyek yang berlangsung sejak 2016 ini mencapai USD7,27 miliar setara Rp108,14 triliun.

Kendati demikian, dalam proposal proyek ini, China memberikan jaminan bahwa APBN tidak akan terbebani.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa