Akurat

Takut Berkomitmen, Terjebak Hubungan Tidak Sehat, hingga Rasa Kesepian: Ini Penjelasannya

Redaksi Akurat | 9 Februari 2026, 00:09 WIB
Takut Berkomitmen, Terjebak Hubungan Tidak Sehat, hingga Rasa Kesepian: Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Dalam menjalani hubungan—baik pertemanan maupun percintaan—tidak sedikit orang yang merasa ragu untuk melangkah ke komitmen jangka panjang.

Ketakutan ini kerap muncul bersamaan dengan persoalan hubungan tidak sehat dan perasaan kesepian, meski dikelilingi banyak orang.

Berikut ulasan lengkapnya.

Alasan Seseorang Takut Berkomitmen Jangka Panjang

Rasa takut berkomitmen bukan tanpa sebab. Ada sejumlah faktor yang kerap memengaruhi seseorang untuk menghindari hubungan jangka panjang, di antaranya:

  • Kecemasan akan kehilangan kebebasan
    Komitmen sering dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan dan otonomi pribadi.

  • Pengalaman masa lalu
    Trauma atau hubungan yang pernah berakhir buruk membuat seseorang lebih berhati-hati dan takut mengulang kesalahan.

  • Ketidakpastian masa depan
    Kekhawatiran tidak mampu memenuhi harapan pasangan atau menghadapi perubahan yang tidak terduga.

  • Fokus pada diri sendiri
    Prioritas pada karier, pendidikan, atau tujuan pribadi membuat komitmen jangka panjang terasa menakutkan.

  • Takut gagal
    Bayangan hubungan yang berakhir buruk sering menghantui dan memicu rasa ragu untuk berkomitmen.

Cara Mengatasi Ketakutan Berkomitmen

Ketakutan ini bisa dihadapi secara bertahap melalui langkah-langkah berikut:

Baca Juga: China Gigit Jari di Rumah Sendiri! Korea Selatan dan Jepang Kampiun Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia

  • Mengidentifikasi penyebab ketakutan

  • Membangun komunikasi terbuka dengan pasangan atau orang terdekat

  • Memulai dari komitmen kecil

  • Fokus pada kondisi saat ini, bukan kekhawatiran masa depan

  • Meningkatkan kepercayaan diri melalui self-love dan pengelolaan emosi

Mengenali Hubungan Tidak Sehat dan Cara Keluar Darinya

Hubungan tidak sehat atau toxic relationship sering membuat seseorang merasa tertekan, tidak nyaman, bahkan berdampak buruk pada kesehatan mental.

Tanda-Tanda Hubungan Tidak Sehat

Beberapa ciri hubungan yang patut diwaspadai antara lain:

  • Kontrol berlebihan terhadap aktivitas dan kebebasan pribadi

  • Manipulasi emosional, membuat pasangan merasa selalu bersalah

  • Kekerasan, baik fisik, verbal, maupun emosional

  • Kurangnya rasa hormat terhadap kebutuhan dan batasan pribadi

Langkah Keluar dari Hubungan Tidak Sehat

Jika menyadari berada dalam hubungan yang merugikan, langkah berikut bisa dipertimbangkan:

  • Mengakui bahwa hubungan tersebut tidak sehat

  • Mencari dukungan dari orang tepercaya

  • Menyusun rencana untuk keluar dari hubungan

  • Mengutamakan keselamatan diri

  • Fokus membangun kembali kepercayaan diri dan identitas pribadi

Membangun rasa aman dan mendapatkan dukungan menjadi kunci penting dalam proses ini.

Baca Juga: Pergi dari Hubungan Toxic, Mengapa Terasa Sangat Sulit?

Mengapa Masih Merasa Kesepian Meski Punya Banyak Teman?

Kesepian tidak selalu berarti sendirian. Banyak orang tetap merasa sepi meskipun memiliki lingkaran pertemanan yang luas. Hal ini bisa disebabkan oleh:

  • Kurangnya koneksi emosional yang mendalam

  • Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain

  • Ekspektasi hubungan yang tidak terpenuhi

  • Kesulitan membuka diri secara emosional

Cara Mengatasi Rasa Kesepian

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Berani membuka diri pada orang yang dipercaya

  • Mengutamakan kualitas hubungan dibandingkan jumlah teman

  • Melakukan aktivitas yang disukai bersama orang lain

  • Menghindari perbandingan sosial

  • Menerapkan self-care secara konsisten

Ketakutan berkomitmen, terjebak dalam hubungan tidak sehat, dan perasaan kesepian merupakan persoalan emosional yang saling berkaitan.

Memahami penyebabnya, membangun komunikasi yang sehat, serta berani mencari dukungan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan hubungan sosial yang lebih seimbang.

Laporan: Marta Anunciata Wea/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.