Akurat

7 Cara Efektif Hadapi Bos yang Toxic di Tempat Kerja, Tanpa Drama!

Eko Krisyanto | 8 Oktober 2025, 19:21 WIB
7 Cara Efektif Hadapi Bos yang Toxic di Tempat Kerja, Tanpa Drama!

AKURAT.CO Dalam lingkungan kerja, kamu pasti akan menemukan berbagai tipe atasan, salah satunya adalah pemimpin yang tidak memberikan dukungan kepada timnya, sering disebut sebagai bos toxic.

Tipe atasan seperti ini biasanya kurang disukai karena cenderung minim empati dan sulit bersikap manusiawi terhadap karyawan di sekitarnya. Sikap tersebut dapat menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman dan menguras energi mental.

Meski begitu, menghadapi bos toxic terkadang tidak bisa dihindari. Kabar baiknya, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menyikapi dan menghadapi tipe bos seperti ini dengan lebih bijak.

Baca Juga: Di Spill Warganet, Ini Ciri-ciri Bos Toxic yang Buat Gen Z Pilih Resign Demi Mental Health

7 Cara Efektif Menghadapi Bos yang Toxic

1. Tetapkan Batasan Profesional

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menetapkan batasan profesional dengan jelas. Sampaikan dengan sopan namun tegas terkait jam kerja dan komitmen pribadi yang perlu dihormati, agar tidak mudah dimanfaatkan oleh bos yang toxic.

2. Tetap Tenang dan Profesional

Meski situasi kerja terasa menekan, usahakan untuk tetap tenang dan profesional. Hindari terbawa emosi dan fokuslah pada tanggung jawabmu. Sikap ini akan membantu kamu menghindari konflik yang tidak perlu di kantor.

3. Gunakan Komunikasi yang Efektif

Saat berinteraksi dengan bos toxic, gunakan bahasa yang jelas, objektif, dan berorientasi pada solusi. Hindari nada emosional agar percakapan tetap terarah dan tidak memberi celah bagi bos untuk menyalahkanmu.

4. Fokus pada Pekerjaan

Tetaplah fokus pada hasil kerja yang baik meskipun mendapat tekanan. Kinerja yang konsisten akan menunjukkan profesionalitasmu dan bisa menjadi bukti kemampuan di hadapan atasan lain.

5. Hindari Upaya untuk Terlalu Akrab

Kamu tidak perlu berusaha menjalin kedekatan berlebihan dengan bos toxic, apalagi di luar urusan pekerjaan. Menjaga jarak profesional justru akan membantu menjaga kesehatan mentalmu.

6. Cari Dukungan yang Tepat

Jika situasi sudah terlalu sulit, mintalah dukungan dari rekan kerja yang dapat dipercaya atau HR. Mereka bisa menjadi pihak netral untuk membantu mencari solusi terbaik tanpa memperburuk keadaan.

7. Evaluasi Pilihan Karier

Apabila kondisi tidak juga membaik, pertimbangkan untuk mencari lingkungan kerja yang lebih sehat. Ingat, kesehatan mental dan kebahagiaan jauh lebih berharga daripada bertahan di tempat kerja yang toxic.

Baca Juga: Cara Minta Naik Gaji Tanpa Menyinggung Atasan Langsung

Ciri-Ciri Bos Toxic di Tempat Kerja

1. Suka Mengkritik Berlebihan

Bos toxic sering kali memberikan kritik tanpa tujuan membangun. Alih-alih memberikan masukan yang membantu, mereka justru menggunakan kata-kata yang merendahkan dan membuat karyawan kehilangan motivasi.

2. Tidak Mendukung Perkembangan Karyawan

Tipe bos seperti ini cenderung hanya fokus pada hasil kerja tanpa memedulikan kesejahteraan atau pengembangan potensi karyawannya. Mereka jarang memberikan kesempatan untuk belajar atau berkembang.

3. Selalu Menyalahkan Karyawan

Bos toxic biasanya enggan mengakui kesalahan sendiri. Mereka lebih memilih menyalahkan bawahan atas setiap masalah yang terjadi, bahkan ketika bukan kesalahan karyawan.

4. Tidak Transparan

Kurangnya keterbukaan menjadi salah satu tanda paling jelas. Bos toxic sering memberikan instruksi yang tidak jelas, menyembunyikan informasi penting, atau mengubah keputusan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

5. Memaksakan Kehendak

Mereka terbiasa memaksakan pendapat dan keputusan tanpa mempertimbangkan masukan dari tim. Sikap otoriter ini membuat suasana kerja menjadi tegang dan tidak kondusif.

Nadia Nur Anggraini (Magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R