Jangan Terjebak! 9 Tanda Sahabat Toxic yang Bisa Hancurkan Mentalmu!

AKURAT.CO Persahabatan seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman, penuh dukungan, dan memberikan semangat dalam hidup. Namun, tidak semua hubungan persahabatan mencerminkan hal tersebut. Ada kalanya, hubungan ini justru membuat kita merasa ragu dan terjebak dalam situasi yang melelahkan.
Salah satu ciri teman toxic adalah cara mereka menunjukkan perilaku negatif secara halus. Meskipun tidak terlihat terang-terangan, tindakan-tindakan ini perlahan mengikis kepercayaan diri dan kesehatan emosional kita.
Baca Juga: 4 Tipe Teman Ini Akan Membantu Anda Menjadi Pribadi yang Lebih Baik, Kata Psikologi
Dikutip dari laman Baselinemag, Rabu (11/12/2024) berikut ini ada sembilan perilaku halus teman toxic yang harus diwaspadai agar kita dapat menjaga kesehatan mental dan hubungan yang lebih sehat.
1. Membandingkan Anda dengan Orang Lain
Teman toxic kerap menggunakan perbandingan untuk merendahkan. Ketika Anda berbagi cerita atau pencapaian, mereka mungkin membandingkannya dengan keberhasilan orang lain, seolah-olah usaha Anda tidak berarti. Hal ini membuat Anda merasa kurang berharga. Ingat, setiap individu memiliki perjalanan dan pencapaian unik yang tidak layak dibandingkan.
2. Sindiran dalam Pujian
Pujian dari teman seharusnya membawa kebahagiaan, tetapi teman toxic seringkali menyisipkan sindiran di dalamnya. Contoh, mereka mengatakan, “kamu bagus banget pakai baju itu, kelihatan kurusan.” Meskipun terdengar baik, ucapan ini sebenarnya dapat menyakitkan. Ketahui pola ini dan jangan biarkan kata-kata mereka memengaruhi pandangan Anda terhadap diri sendiri.
3. Tidak Pernah Merasa Senang untuk Anda
Teman sejati akan tulus berbagi kebahagiaan atas pencapaian, sedangkan teman toxic seringkali menunjukkan ketidakpedulian atau bahkan terlihat terganggu dengan kabar baik. Jika mereka terus mengabaikan keberhasilan Anda, ini menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat.
4. Selalu Berperan Sebagai Korban
Dalam situasi apapun, teman toxic cenderung memposisikan diri sebagai pihak yang paling dirugikan. Mereka berusaha memanipulasi perasaan Anda agar merasa bersalah atau bertanggung jawab atas masalah mereka. Hubungan seperti ini hanya akan menguras energi emosional Anda.
5. Kritik Berlebihan
Saran membangun adalah hal yang baik dalam persahabatan, tetapi teman toxic sering menggunakan kritik untuk menjatuhkan Anda. Kritik mereka tidak jarang disamarkan sebagai perhatian, padahal tujuannya adalah untuk membuat Anda merasa tidak cukup baik.
6. Mengingkari Janji
Kepercayaan adalah fondasi dari persahabatan. Namun, teman toxic kerap melanggar janji tanpa alasan yang jelas. Entah dengan tidak hadir saat Anda butuhkan atau membatalkan rencana secara tiba-tiba, perilaku ini meninggalkan luka emosional dan perasaan tidak dihargai.
7. Memanfaatkan Tanpa Timbal Balik
Hubungan persahabatan yang sehat adalah tentang memberi dan menerima. Teman toxic seringkali hanya meminta bantuan atau perhatian, tetapi jarang menawarkan hal serupa. Akibatnya, Anda merasa dimanfaatkan tanpa dihargai.
8. Mengabaikan Perasaan Anda
Teman toxic tidak menghargai emosi Anda. Ketika Anda membagikan perasaan, mereka cenderung meremehkannya atau bahkan menertawakannya. Sikap ini bisa membuat Anda merasa tidak layak atau terlalu sensitif.
9. Meninggalkan Anda dengan Perasaan Terkuras
Tanda paling jelas dari teman toxic adalah efek yang mereka tinggalkan setelah waktu bersama. Jika Anda sering merasa cemas, lelah, atau bahkan sedih setelah bertemu mereka, maka hubungan tersebut mungkin tidak lagi sehat untuk dipertahankan.
Persahabatan seharusnya membawa kebahagiaan dan semangat positif dalam hidup Anda. Mengenali pola-pola perilaku teman toxic adalah langkah awal untuk melindungi kesehatan mental dan membangun hubungan yang lebih baik.
Baca Juga: Bagaimana Menurut Pendapat Kamu Apabila Ada Seorang Teman Berbohong kepada Orang Lain?
Jika Anda menyadari tanda-tanda ini, jangan ragu untuk menetapkan batasan, berbicara secara terbuka, atau bahkan mengakhiri hubungan tersebut. Melepaskan hubungan toxic mungkin terasa sulit, tetapi hal ini akan membuka ruang untuk persahabatan yang lebih baik di masa depan.
Selalu prioritaskan kesejahteraan Anda. Tanyakan pada diri sendiri, apakah hubungan ini membantu Anda tumbuh atau justru membuat Anda merasa terpuruk?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








