Menikah Dengan Orang Palestina Asli, Ini Sosok Istri Muhammad Husein

AKURAT.CO - Muhammad Husein merupakan seorang warga negara Indonesia yang memutuskan menjadi relawan kemanusiaan di Gaza sejak 2011.
Pria asal Bogor itu bahkan diketahui sudah menetap lama di Gaza dan memiliki istri seorang wanita berkebangsaan asli Palestina yang bernama Jinan.
Muhammad Husein dan Jinan menikah pada 2014 silam ketika Palestina dan Israel sedang melakukan gencatan senjata.
Baca Juga: Profil Muhammad Husein, Warga Negara Indonesia Yang Menaruh Perhatian Kepada Gaza
Tak banyak informasi mengenai Jinan, namun istri Muhammad Husein itu diketahui merupakan seorang tahfidz Al-Quran sama seperti Husein.
Nama Muhammad Husein sendiri sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia karena ia kerap membagikan informasi seputar kondisi Gaza.
Melalui unggahan-unggahan di media sosialnya, Husein seolah menjadi mata dan telinga masyarakat Indonesia di Gaza.
Baca Juga: Korban Gugur Jatuhnya Pesawat Tempur TNI: Marsekal Subhan Pernah Pimpin Misi Kemanusiaan Ke Gaza
Setelah menetap lama di Gaza dan merasakan langsung bagaimana sadisnya genosida Israel terhadap Gaza, kini Husein dan istri beserta dua anak laki-lakinya telah berhasil dievakuasi keluar Gaza.
Proses evakuasi itu terbilang sulit karena Husein dan keluarga sempat tertahan di perbatasan Gaza tepatnya di gerbang Rafah.
Namun setelah melalui proses administrasi yang terbelit-belit, hingga sulitnya gerbang Rafah dibuka, akhirnya pada Rabu, 15 November 2023 Husein dan keluarganya itu berhasil tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @m_husein_gaza, mengucapkan rasa syukurnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih pada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Dalam unggahan itu juga terlihat sang istri, Jinan menggunakan kerudung putih panjang sembari memegang kedua anaknya.
Baca Juga: Kebohongan Israel Terungkap, Akal Bulus Untuk Bombardir Gaza
Kisah pernikahan Husein dan Jinan
Pernikahan Husein dan Jinan yang berlangsung pada 2014 itu dilakukan ketika Palestina dan Israel sedang melakukan gencatan senjata.
“15 Agustus (2014) disepakati gencatan senjata kan, dua-duanya berhenti serang-serangan untuk mengevakuasi korban-korban,” ujar Husein di sebuah Podcast bersama Arie Untung.
Husein pun memanfaatkan dengan baik momen tersebut untuk melangsungkan pernikahan dengan Jinan.
Namun, tentu saja kantor yang mengurusi pernikahan setempat sedang ditutup karena masih dalam situasi perang.
Tapi hal itu tak menyurutkan semangat Husein untuk menikah dengan Jinan. Beruntungnya lagi, Husein mengenal dekat kepala KUA itu sehingga bisa secara langsung menghubunginya untuk mengajukan permohonan pelaksanaan akad nikah.
Baca Juga: Korban Kekejaman Israel Di Gaza Dikubur Secara Massal, Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam
Setelah menelpon kepala KUA yang merupakan Syaikh itu, akhirnya Husein pun dipersilahkan untuk datang ke rumahnya langsung.
Kemudian pada hari ketiga gencatan senjata, yakni 17 Agustus 2014, KUA pun dibuka hanya untuk menikahkan Husein dan Jinan.
Setelah ijab kabul dilaksanakan, tak ada resepsi perayaan pernikahan karena keduanya tak sempat memikirkan perayaan di tengah situasi perang itu.
Jangankan sekedar resepsi sederhana, beberapa saat setelah ijab kabul pernikahan Husein dan Jinan, perang antara Palestina dan Israel kembali pecah.
“Baru ijab kabul tuh, saya ajak makan di suatu restoran. Selesai, DUM! Pecah lagi perang. Agresi lagi lah, berlanjut,” ungkap Husein.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







