Akurat

Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia: Asal Usul, Makna, dan Cara Merayakannya

Naufal Lanten | 11 November 2025, 15:15 WIB
Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia: Asal Usul, Makna, dan Cara Merayakannya

 

AKURAT.CO Hari Ayah Nasional menjadi momen penting untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada sosok ayah atas perannya dalam keluarga. Peringatan ini menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk menunjukkan kasih sayang, rasa hormat, dan apresiasi kepada figur ayah yang selama ini dikenal tangguh, bekerja keras, namun sering kali mengekspresikan cintanya dalam diam.

Di Indonesia, Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada hari Rabu. Meski sering disamakan dengan Father’s Day atau Hari Ayah Sedunia yang dirayakan di berbagai negara, nyatanya Hari Ayah Nasional di Indonesia memiliki latar belakang dan tanggal peringatan yang berbeda.


Sejarah Penetapan Hari Ayah Nasional

Gagasan lahirnya Hari Ayah Nasional berasal dari Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), sebuah komunitas lintas budaya dan agama yang berpusat di Kota Solo, Jawa Tengah. Ide ini pertama kali muncul pada tahun 2014, saat PPIP mengadakan acara peringatan Hari Ibu di Solo.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta sempat bertanya, apakah Indonesia memiliki hari khusus untuk menghormati sosok ayah sebagaimana Hari Ibu untuk para ibu. Pertanyaan itu menjadi titik awal munculnya inisiatif untuk menetapkan Hari Ayah Nasional.

Menindaklanjuti gagasan tersebut, PPIP kemudian melakukan audiensi dengan DPRD Kota Surakarta dan mengadakan berbagai kajian. Hasilnya, dipilihlah tanggal 12 November sebagai momen khusus untuk memperingati Hari Ayah Nasional.

Deklarasi resmi pertama dilaksanakan pada 12 November 2006 di Kota Solo, dan sejak saat itu, tanggal tersebut disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap peran ayah dalam keluarga dan masyarakat. Uniknya, tanggal 12 November juga bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional, menambah makna penting dari hari tersebut.


Tujuan dan Makna Hari Ayah Nasional

Mengutip dari situs resmi Kemendikbudristek, tujuan utama Hari Ayah Nasional adalah memperkuat peran ayah sebagai teladan dalam membentuk karakter anak, menjaga keharmonisan keluarga, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Peringatan ini juga menjadi pengingat penting bahwa peran ayah sejajar dengan ibu dalam pendidikan, pengasuhan, dan pembentukan nilai-nilai moral dalam keluarga. Semangat yang diusung Hari Ayah Nasional adalah kebersamaan, cinta, dan tanggung jawab lintas budaya dan agama — menegaskan bahwa sosok ayah tidak hanya dihormati dalam konteks keluarga, tetapi juga sebagai pilar moral dalam kehidupan sosial.


Perbedaan Hari Ayah Nasional dan Hari Ayah Sedunia

Meski memiliki semangat yang sama untuk menghormati peran ayah, Hari Ayah Nasional berbeda dengan Hari Ayah Sedunia (Father’s Day).

Hari Ayah Sedunia secara internasional dirayakan setiap hari Minggu pada pekan ketiga bulan Juni. Tahun 2025, peringatannya jatuh pada 15 Juni 2025.

Perayaan ini pertama kali digagas oleh Sonora Smart Dodd di Spokane, Washington, Amerika Serikat, pada tahun 1910. Ia terinspirasi dari Hari Ibu dan ingin menghormati ayahnya, William Jackson Smart, seorang veteran Perang Saudara yang membesarkan enam anak seorang diri.

Perayaan ini kemudian mendapat pengakuan resmi di Amerika Serikat setelah Presiden Richard Nixon menandatangani penetapannya sebagai Father’s Day nasional pada tahun 1972.

Sementara itu, beberapa negara lain memiliki tanggal berbeda:

  • Australia dan Selandia Baru merayakannya pada bulan September,

  • Thailand memperingatinya setiap 5 Desember, bertepatan dengan hari lahir Raja Bhumibol Adulyadej yang dianggap sebagai figur ayah bangsa.


Kenapa Hari Ayah Penting untuk Diperingati?

Selama ini, sosok ayah sering kali dipandang sebagai figur kuat yang bekerja keras tanpa banyak bicara. Namun, di balik ketegasan dan tanggung jawabnya, terdapat kasih sayang yang besar.

Hari Ayah menjadi momentum penting untuk mengapresiasi peran ayah secara utuh, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan moral bagi anak-anaknya.

Psikolog keluarga Seto Mulyadi (Kak Seto) pernah menegaskan,

“Anak yang dekat dengan ayah cenderung memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dan kemampuan sosial yang lebih baik.”

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa kehadiran ayah berperan besar dalam pembentukan karakter dan mental anak.

Selain itu, Hari Ayah juga menjadi pengingat bahwa keluarga adalah kerja sama antara ayah dan ibu, bukan beban yang ditanggung salah satu pihak saja.


Cara Masyarakat Merayakan Hari Ayah Nasional

Meski tidak selalu dirayakan semeriah Hari Ibu, Hari Ayah tetap menjadi momen penting yang diisi dengan berbagai kegiatan penuh makna. Peringatan ini tidak harus dilakukan dengan acara besar, justru makna kesederhanaan dan keikhlasan sering kali menjadi esensi utamanya.

Beberapa cara yang umum dilakukan masyarakat Indonesia antara lain:

1. Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga
Kebersamaan menjadi hadiah paling berharga bagi seorang ayah. Banyak keluarga memilih untuk makan malam bersama, menonton film keluarga, atau melakukan kegiatan sederhana seperti rekreasi singkat. Di beberapa kota seperti Yogyakarta dan Surabaya, kegiatan bertema “Ayah Hebat, Keluarga Kuat” sering digelar untuk memperkuat ikatan keluarga.

2. Menulis Surat atau Pesan untuk Ayah
Tradisi ini menjadi simbol penghormatan yang berawal dari sayembara menulis surat untuk ayah dalam deklarasi Hari Ayah di Solo tahun 2006. Banyak sekolah kini mengadopsinya sebagai bagian dari edukasi karakter dan penguatan nilai keluarga.

3. Memberikan Hadiah Simbolis
Hadiah sederhana seperti kartu ucapan, buku, atau barang kesukaan ayah dapat menjadi bentuk apresiasi tulus. Yang terpenting bukan harganya, tapi makna di balik pemberian itu sendiri.

4. Kegiatan Sosial dan Kampanye Digital
Komunitas sosial sering mengadakan kegiatan amal bertema “Ayah Hebat untuk Negeri”, sementara di media sosial, tagar seperti #HariAyahNasional, #TerimaKasihAyah, dan #FatherFigure ramai digunakan oleh warganet untuk berbagi cerita dan refleksi.

5. Doa dan Kenangan untuk Ayah yang Telah Tiada
Bagi yang ayahnya sudah berpulang, Hari Ayah menjadi waktu untuk mendoakan dan mengenang jasa beliau. Kegiatan sederhana seperti berziarah atau berkumpul bersama keluarga sering dilakukan untuk menumbuhkan rasa syukur dan cinta yang abadi.


Makna Hari Ayah di Era Modern

Dalam konteks modern, peran ayah telah mengalami transformasi besar. Ayah kini tidak hanya dilihat sebagai pencari nafkah, tetapi juga partner aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Peringatan Hari Ayah juga memberi ruang untuk menghormati berbagai figur ayah — termasuk ayah tunggal, ayah tiri, kakek yang membesarkan cucunya, atau figur laki-laki yang berperan sebagai panutan dan pelindung dalam komunitasnya.

Lebih dari sekadar perayaan, Hari Ayah Nasional menjadi refleksi tentang kesetaraan peran orang tua, pentingnya keseimbangan hidup, dan dukungan terhadap ayah yang terlibat langsung dalam pengasuhan anak.


Penutup

Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap 12 November bukan hanya bentuk penghormatan terhadap peran ayah, tetapi juga pengingat bahwa kasih sayang, keteladanan, dan tanggung jawab adalah fondasi kuat dalam membangun keluarga dan bangsa.

Setiap ungkapan sederhana — ucapan terima kasih, pelukan hangat, atau doa tulus — bisa menjadi hadiah terbaik bagi seorang ayah.
Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang kisah inspiratif keluarga dan nilai-nilai kehidupan lainnya, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Link Twibbon Hari Ayah Nasional 2025 dengan Desain Menarik dan Gratis, Gunakan Sekarang Juga!

Baca Juga: Wajib Tahu! Durasi Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah dan Jadwal Tayangnya di Bioskop 2025

FAQ

1. Kapan Hari Ayah Nasional diperingati di Indonesia?

Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November setiap tahunnya. Tanggal ini ditetapkan sejak deklarasi pertama yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada tahun 2006 oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).


2. Siapa yang mencetuskan Hari Ayah Nasional?

Gagasan Hari Ayah Nasional berasal dari Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), sebuah komunitas lintas budaya dan agama yang berbasis di Solo. Ide ini muncul saat acara Hari Ibu pada tahun 2014, ketika sejumlah peserta mempertanyakan apakah Indonesia memiliki hari khusus untuk menghormati sosok ayah.


3. Apa tujuan diperingatinya Hari Ayah Nasional?

Tujuan utama Hari Ayah Nasional adalah untuk menghargai peran ayah dalam keluarga dan masyarakat, memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak, serta menumbuhkan kesadaran bahwa peran ayah sama pentingnya dengan ibu dalam membentuk karakter dan nilai moral anak.


4. Apa perbedaan antara Hari Ayah Nasional dan Hari Ayah Sedunia?

Perbedaannya terletak pada tanggal dan asal-usul peringatan.

  • Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November di Indonesia, dideklarasikan di Solo pada tahun 2006.

  • Hari Ayah Sedunia (Father’s Day) dirayakan di berbagai negara setiap hari Minggu pada pekan ketiga bulan Juni, pertama kali digagas oleh Sonora Smart Dodd di Amerika Serikat pada tahun 1910.


5. Mengapa tanggal 12 November dipilih sebagai Hari Ayah Nasional?

Tanggal 12 November dipilih karena memiliki makna keseimbangan — berjarak cukup dekat dengan Hari Ibu Nasional (22 Desember) dan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional. Hal ini melambangkan pentingnya keseimbangan peran orang tua dalam membangun keluarga yang sehat secara fisik dan emosional.


6. Bagaimana cara masyarakat merayakan Hari Ayah Nasional?

Perayaan Hari Ayah Nasional dilakukan dengan cara sederhana namun bermakna, seperti:

  • Menghabiskan waktu bersama keluarga.

  • Menulis surat atau membuat video ucapan untuk ayah.

  • Memberikan hadiah simbolis.

  • Mengikuti kegiatan sosial bertema “Ayah Hebat untuk Negeri”.

  • Mengunggah kampanye apresiasi di media sosial dengan tagar seperti #HariAyahNasional atau #TerimaKasihAyah.


7. Apa makna Hari Ayah di era modern?

Di era modern, Hari Ayah bukan hanya untuk menghormati ayah biologis, tetapi juga semua figur ayah — termasuk ayah tiri, ayah tunggal, kakek, maupun sosok laki-laki yang menjadi panutan dalam komunitasnya. Peringatan ini juga menegaskan pentingnya kesetaraan peran pengasuhan antara ayah dan ibu dalam keluarga masa kini.


8. Apakah Hari Ayah Nasional termasuk hari libur nasional di Indonesia?

Tidak. Hari Ayah Nasional bukan hari libur nasional, tetapi peringatannya tetap disambut secara luas oleh masyarakat, sekolah, komunitas, dan instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan apresiasi terhadap sosok ayah.


9. Apa hubungan Hari Ayah Nasional dengan Hari Ibu Nasional?

Keduanya sama-sama bertujuan untuk menghargai peran orang tua. Jika Hari Ibu lebih berfokus pada pengorbanan dan kasih sayang ibu, maka Hari Ayah menyoroti keteguhan, tanggung jawab, dan kasih sayang ayah dalam menjaga serta mendidik anak-anaknya.


10. Mengapa penting memperingati Hari Ayah Nasional?

Peringatan Hari Ayah penting karena menjadi pengingat untuk mengekspresikan rasa terima kasih yang sering kali terlupakan. Selain itu, momentum ini membantu memperkuat hubungan keluarga, membangun komunikasi yang lebih hangat, dan menumbuhkan kesadaran bahwa ayah juga membutuhkan apresiasi emosional dari anak dan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.