Akurat

Kenali Ciri-Ciri Dan Penyebab Gempa Bumi Yang Banyak Terjadi Akhir-Akhir Ini

Syifa Ismalia | 4 September 2023, 12:30 WIB
Kenali Ciri-Ciri Dan Penyebab Gempa Bumi Yang Banyak Terjadi Akhir-Akhir Ini

AKURAT.CO Gempa bumi adalah salah satu fenomena alam yang paling mematikan dan merusak di planet kita. Terjadi secara tiba-tiba dan seringkali tanpa peringatan, gempa bumi dapat mengakibatkan kerusakan besar pada bangunan, infrastruktur, dan nyawa manusia.

Untuk lebih memahami gempa bumi, berikut akan dibahas ciri-ciri dan penyebab gempa bumi.

Baca Juga: 10 Gempa Bumi Terdahsyat Dunia, 2 Di Antaranya Indonesia!

Ciri-ciri Gempa Bumi

1. Getaran Bumi yang Kuat

Salah satu ciri utama gempa bumi adalah getaran kuat yang dirasakan di permukaan bumi. Getaran ini dapat bervariasi dalam intensitasnya, dari yang ringan hingga yang sangat kuat.

2. Gelombang Seismik

Gempa bumi menghasilkan gelombang seismik, yang merambat melalui kerak bumi. Ada dua jenis utama gelombang seismik: gelombang primer (P-wave) yang cepat dan gelombang sekunder (S-wave) yang lebih lambat.

3. Epicenter

Titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas sumber gempa bumi disebut epicenter. Getaran terkuat terjadi di sekitar epicenter.

4. Hiposenter

Ini adalah titik di dalam bumi di mana gempa bumi sebenarnya terjadi. Juga dikenal sebagai fokus atau sumber gempa, kedalaman hiposenter dapat bervariasi.

5. Merusak Bangunan

Gempa bumi dapat merusak bangunan dan infrastruktur, terutama jika mereka tidak memenuhi standar tahan gempa. Bangunan yang kuat tahan terhadap guncangan gempa dengan lebih baik.

6. Tsunami

Gempa bumi di dasar laut dapat memicu tsunami, gelombang besar yang dapat menghancurkan pesisir dan pulau-pulau di sekitarnya.

7. Aftershock

Beberapa gempa bumi diikuti oleh gempa-gempa kecil yang disebut aftershock. Mereka dapat terjadi selama beberapa hari atau bahkan minggu setelah gempa utama.

Penyebab Gempa Bumi

1. Gerakan Lempeng Tektonik

Penyebab utama gempa bumi adalah gerakan lempeng tektonik. Kerak bumi terdiri dari beberapa lempeng yang bergerak perlahan. Ketika lempeng ini bertemu, terjadi tumpang tindih atau gesekan, yang akhirnya memicu gempa bumi.

2. Subduksi

Ketika lempeng samudra bertemu dengan lempeng benua dan salah satunya mulai menyusup di bawah yang lain (subduksi), itu dapat menciptakan tekanan yang sangat besar yang berujung pada gempa bumi.

3. Tektonik Divergen

Saat lempeng bumi bergerak menjauh satu sama lain (divergen), itu juga dapat menyebabkan gempa bumi. Ini biasanya terjadi di dasar laut.

4. Gempa Vulkanik

Gempa bumi sering terjadi di sekitar gunung berapi. Ini disebabkan oleh pergerakan magma di bawah permukaan yang dapat memecahkan batuan dan memicu gempa.

5. Gempa Akibat Manusia

Meskipun jarang, aktivitas manusia seperti pengeboran minyak, pengisian waduk, dan pengeboman nuklir juga dapat memicu gempa bumi.

6. Zona Patahan

Gempa bumi sering terjadi di zona-zona patahan di mana lempeng-lempeng tektonik bertemu. Beberapa zona patahan terkenal termasuk Zona Patahan San Andreas di California dan Zona Patahan Sunda di Indonesia.

7. Gempa Intraslab

Gempa bumi ini terjadi di dalam lempeng tektonik, bukan di perbatasan lempeng. Mereka disebabkan oleh tegangan yang membangun di dalam lempeng.

Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Karena gempa bumi dapat sangat merusak, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memahami risiko gempa dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. 

Bangunan Tahan Gempa

Memastikan bangunan mematuhi standar tahan gempa dan melakukan retrofit bangunan yang sudah ada.

Sistem Peringatan Dini

Pengembangan sistem peringatan dini yang memungkinkan orang untuk mendapatkan peringatan sebelum gempa mencapai lokasi mereka.

Edukasi Publik

Mengedukasi masyarakat tentang perilaku aman selama gempa, termasuk tempat perlindungan, serta mengajarkan teknik-teknik pertolongan pertama.

Persiapan Bencana

Mempersiapkan peralatan darurat dan persediaan makanan serta air yang cukup untuk bertahan selama beberapa hari setelah gempa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.