Akurat

Kisah Wali Songo dalam Menyebarkan Islam di Tanah Jawa

Yusuf | 30 September 2025, 19:37 WIB
Kisah Wali Songo dalam Menyebarkan Islam di Tanah Jawa

AKURAT.CO Wali Songo dikenal sebagai sembilan tokoh besar yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa pada abad ke-14.

Kata wali berarti wakil, sementara songo berarti sembilan. Para wali ini menyebarkan ajaran Islam dengan cara damai, penuh kebijaksanaan, dan mampu berbaur dengan masyarakat setempat.

Mereka berdakwah melalui berbagai jalur, mulai dari pendidikan, perdagangan, pernikahan dengan keluarga bangsawan, hingga lewat kesenian dan budaya lokal. Pendekatan ini membuat ajaran Islam lebih mudah diterima, tanpa paksaan maupun konflik.

Baca Juga: Sejarah Pergerakan Dakwah Wali Songo

Dakwah Lewat Budaya dan Kesenian

Wali Songo memanfaatkan budaya Jawa yang saat itu kental dengan pengaruh Hindu-Buddha. Wayang, gamelan, hingga tembang macapat digunakan sebagai media dakwah.

Pesan-pesan Islam disisipkan dalam lakon pewayangan maupun syair-syair yang mudah dipahami.

Sunan Kalijaga, misalnya, dikenal sebagai tokoh yang memadukan seni wayang dengan nilai-nilai Islam sehingga ajaran baru bisa diterima tanpa menimbulkan penolakan.

Pendidikan dan Pesantren

Selain melalui budaya, Wali Songo juga mendirikan masjid dan pesantren sebagai pusat pendidikan agama.

Sunan Ampel mendirikan pesantren di Ampel Denta, Surabaya, yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh ulama besar lainnya.

Pendidikan yang diberikan tidak terbatas pada ilmu agama saja, tetapi juga mencakup ilmu sosial, keterampilan, bahkan kanuragan yang menjadi daya tarik masyarakat kala itu.

Jalur Perdagangan dan Pernikahan

Islam juga tersebar melalui jalur perdagangan. Pedagang Muslim yang datang ke pesisir Jawa memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Beberapa wali memperkuat dakwahnya dengan menikahi keluarga bangsawan atau tokoh berpengaruh, seperti yang dilakukan Sunan Gunung Jati di Cirebon. Strategi ini mempercepat penerimaan Islam di kalangan elite kerajaan.

Dakwah Sosial dan Kepedulian

Beberapa wali memilih pendekatan sosial dalam dakwahnya. Sunan Drajat, misalnya, terkenal dengan kepeduliannya pada fakir miskin, anak yatim, dan orang sakit. Dakwahnya lebih menekankan pada praktik tolong-menolong dan nilai kedermawanan sehingga Islam dipandang membawa kemaslahatan.

Pendekatan yang Damai dan Persuasif

Satu hal yang membedakan metode dakwah Wali Songo adalah cara mereka yang damai. Alih-alih memaksa, mereka membaur dengan masyarakat, menghargai budaya yang sudah ada, lalu memasukkan nilai Islam secara perlahan. Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman dan tidak tertekan ketika memeluk Islam.

Baca Juga: Sudah Tahu Belum Lima Makam Wali Songo Ini Ada di Jawa Timur? Yuk Ziarah

Peran Para Wali

Setiap wali memiliki peran dan wilayah dakwahnya masing-masing. Sunan Gresik berdakwah melalui perdagangan dan membantu masyarakat bercocok tanam. Sunan Bonang dikenal dengan gending-gending islami yang dikemas dengan gamelan.

Sunan Giri mendirikan pesantren besar yang melahirkan banyak juru dakwah. Sunan Kudus menyebarkan Islam di Jawa Tengah dengan kebijaksanaan, sementara Sunan Muria memilih berdakwah di pedesaan dan memanfaatkan gamelan serta tembang Jawa.

Perjalanan hidup mereka menjadi bukti bagaimana Islam bisa menyatu dengan budaya Jawa tanpa menghapus identitas lokal. Hingga kini, jejak dakwah Wali Songo masih dapat dirasakan, baik melalui peninggalan kesenian, tradisi, maupun lembaga pendidikan yang mereka dirikan.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R