AKURAT.CO Iran, sebuah negara yang kaya akan sejarah, budaya, dan pengaruh politik, telah lama menjadi pusat perhatian dunia sebagai negara Syiah yang dominan. Namun, apa yang sebenarnya menyebabkan Iran menjadi pusat kekuatan Syiah di dunia?
Pembentukan Islam Syiah:
Pertama-tama, untuk memahami fenomena ini, kita perlu melihat akar dari aliran Islam Syiah. Syiah berasal dari perpecahan politik dan keagamaan yang muncul setelah kematian Nabi Muhammad pada abad ke-7 Masehi. Perselisihan mengenai siapa yang berhak menggantikan Nabi sebagai pemimpin umat Muslim membentuk perpecahan antara Syiah dan Sunni.
Revitalisasi Syiah di Iran:
Pada abad ke-16, dinasti Safawi di Iran secara resmi mengadopsi Islam Syiah sebagai agama negara. Kekuatan politik Safawi memperkuat posisi Syiah dalam politik dan budaya Iran, yang kemudian menjadi negara Syiah pertama di dunia.
Baca Juga: Hukum Ayah yang Tidak Memaafkan Anaknya dalam Islam: Pelajaran dari Hadits Nabi
Pengaruh Khomeini dan Revolusi Islam:
Pada abad ke-20, Revolusi Islam Iran di bawah pimpinan Ayatollah Khomeini mengubah lanskap politik Iran secara drastis. Revolusi ini menggulingkan pemerintahan sekuler Shah Reza Pahlavi dan mendirikan Republik Islam, yang dikelola oleh para pemimpin agama Syiah. Khomeini memperkuat pengaruh agama dalam politik dan menyebarkan visi Syiah di seluruh dunia, terutama di dunia Muslim.
Perang Iran-Irak:
Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an juga memainkan peran penting dalam memperkuat identitas Syiah Iran. Meskipun Iran didukung oleh mayoritas umat Syiah di Timur Tengah, terutama di Lebanon dan Irak, perang tersebut mengkonsolidasikan persatuan dalam masyarakat Iran melawan ancaman dari luar.
Pengaruh Luar:
Pengaruh asing juga memainkan peran dalam mengukuhkan identitas Syiah Iran. Sanksi internasional terhadap Iran dan dukungan regional untuk pemberontak Syiah di negara-negara seperti Suriah dan Yaman telah memperkuat persepsi Iran sebagai pelindung umat Syiah di seluruh dunia.
Dengan kombinasi faktor sejarah, politik, dan budaya ini, Iran telah menjadi negara Syiah yang dominan di dunia, dengan pengaruhnya yang meresap dalam politik dan kehidupan umat Muslim di seluruh dunia.